• Latest
  • Trending
Pelindo II: Operasional Pelabuhan Turun 17%

Neraca Perdagangan RI Oktober Surplus US$ 161,3 Juta

DPR Resmikan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI 2026-2031

Prabowo Beri Pesan Khusus ke Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono

OJK Gebuk PIPA dan REAL, Skandal IPO Terbongkar

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Perpanjang Penahanan Sudewo 40 Hari

BI: Hilirisasi dan Diversifikasi Ekspor Jadi Tameng Neraca Transaksi Berjalan

BI: Hilirisasi dan Diversifikasi Ekspor Jadi Tameng Neraca Transaksi Berjalan

Prabowo 3,5 Jam Bertemu Pimpinan TNI-Polri di Istana, Ini Hasilnya

Prabowo 3,5 Jam Bertemu Pimpinan TNI-Polri di Istana, Ini Hasilnya

MA Ajukan Pemberhentian Ketua dan Wakil Ketua PN Depok ke Prabowo

MA Ajukan Pemberhentian Ketua dan Wakil Ketua PN Depok ke Prabowo

Menang Dramatis 1-0 atas Persita, Dejan Antonic Minta Kabau Sirah Jaga Tren Positif

Menang Dramatis 1-0 atas Persita, Dejan Antonic Minta Kabau Sirah Jaga Tren Positif

Thomas Djiwandono Bantah Isu Disiapkan Jadi Gubernur BI

Resmi Dilantik, Thomas Djiwandono Emban Amanah Deputi Gubernur BI hingga 2031

Zulhas: Tahun Depan Tidak Ada Impor Beras, Gula, Garam dan Jagung Pakan Ternak

Jemaah Haji 2026 Bisa Nikmati Beras Indonesia di Tanah Suci

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Izin Tambang Dicabut, Agincourt Kirim Surat Klarifikasi ke BKPM

3 Nama dari PDIP Masuk Kabinet Prabowo-Gibran? Begini Jawaban Dasco

DPR & Pemerintah Sepakati 5 Langkah Anti Ricuh PBI BPJS Kesehatan

Bursa Asia Menguat, IHSG Ikut Meroket di Awal Perdagangan

Bursa Asia Menguat, IHSG Ikut Meroket di Awal Perdagangan

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Februari 9, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Neraca Perdagangan RI Oktober Surplus US$ 161,3 Juta

by Zamzami Ali
November 15, 2019
in EKONOMI
Pelindo II: Operasional Pelabuhan Turun 17%

Ilustrasi bongkar muat di pelabuhan. [Foto: Ist]

ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia Oktober 2019 mencapai 14,93 miliar dollar AS atau meningkat 5,92 persen dibanding ekspor September 2019.

Sementara nilai impor Oktober 2019 mencapai  14,77 miliar dollar AS atau naik 3,57 persen dibanding September 2019.

“Pada bulan Oktober 2019, terjadi surplus perdagangan sebesar 161,3 juta dollar AS,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam keterangan pers di Kantor BPS, Jakarta, Jum’at (15/11).

BacaJuga

Prabowo Beri Pesan Khusus ke Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono

OJK Gebuk PIPA dan REAL, Skandal IPO Terbongkar

BI: Hilirisasi dan Diversifikasi Ekspor Jadi Tameng Neraca Transaksi Berjalan

Resmi Dilantik, Thomas Djiwandono Emban Amanah Deputi Gubernur BI hingga 2031

Bursa Asia Menguat, IHSG Ikut Meroket di Awal Perdagangan

RI Bangun Hilirisasi Aluminium Terintegrasi, Ini Pemasok Listriknya

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ekspor Non Migas

Suhariyanto mengemukakan, ekspor Indonesia pada Oktober 2019 meningkat 5,92 persen dibanding September 2019, yaitu dari 14.099,5 juta dollar AS menjadi 14.933,8 juta dollar AS. Sedangkan dibanding Oktober 2018, ekspor menurun 6,13 persen.

“Peningkatan ekspor Oktober 2019 dibanding September 2019  disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonmigas 5,56 persen, yaitu dari 13.269,5 juta  dollar AS menjadi 14.007,7 juta dollar AS. Demikian juga ekspor migas naik 11,58 persen dari 830,0 juta dollar AS menjadi 926,1 juta dollar AS,” jelas Suhariyanto.

Dari sisi volume, ekspor Indonesia Oktober 2019 meningkat 12,47 persen dibanding September 2019 yang disebabkan peningkatan volume ekspor nonmigas 12,42 persen dan migas naik 13,78 persen.

Dibandingkan dengan Oktober 2018, volume total ekspor meningkat 8,45 persen, dengan nonmigas naik 10,31 persen, sedangkan migas turun 25,05 persen. Ia menyebutkan, peningkatan terbesar ekspor nonmigas Oktober 2019 terhadap September 2019 terjadi pada bahan bakar mineral 144,6 juta dollar AS (8,24 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada kapal, perahu dan struktur terapung 74,1 juta dollar AS (86,68 persen).

Peningkatan ekspor nonmigas Oktober 2019 jika dibandingkan dengan September 2019 terjadi ke sebagian besar negara tujuan utama, yaitu Tiongkok 359,7 juta dollar AS (14,94 persen); Jepang 102,4 juta dollar AS (8,99 persen); Thailand 79,8 juta dollar AS (18,06 persen); Malaysia 77,8 juta dollar AS (13,01 persen); India 76,5 juta dollar AS (8,23 persen); Australia 54,2 juta dollar AS (35,16 persen); Amerika Serikat 48,0 juta dollar AS (3,24 persen); Italia 42,4 juta dollar AS (31,50 persen); Jerman 24,6 juta dollar AS (12,84 persen); serta Belanda 24,4 juta dollar AS (11,06 persen).

Impor

Sementara nilai impor Indonesia Oktober 2019 mencapai 14.772,5 juta dollar AS atau naik 509,1 juta dollar AS (3,57 persen) dibanding September 2019. Hal ini karena naiknya nilai impor migas 163,4 juta dollar AS (10,26 persen) dan nonmigas sebesas 345,7 juta dollar AS (2,73 persen).

Kenaikan impor migas dipicu oleh naiknya nilai impor hasil minyak dan gas masing-masing sebesar 132,2 juta dollar AS (12,60 persen) dan  34,0 juta dollar AS (18,78 persen). Sebaliknya impor minyak mentah  mengalami penurunan 2,8 juta dollar AS (0,77  persen).

Nilai impor kumulatif Januari-Oktober 2019 adalah 140.893,5 juta dollar AS atau turun 9,94 persen (15.551,0 juta dollar AS) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Penurunan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing 7.359,1 juta dollar AS (29,46 persen) dan 8.191,9 juta (6,23 persen),” jelas Suhariyanto.

Ia menambahkan, peningkatan impor nonmigas terbesar Oktober 2019 dibanding September 2019 adalah golongan mesin/peralatan listrik sebesar 122,8 juta (7,26 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin/pesawat mekanik sebesar 109,9 juta dollar AS (4,65 persen).

Adapun tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Oktober 2019, menurut Suhariyanto, ditempati oleh Tiongkok dengan nilai 36,32 miliar (29,46 persen), Jepang 13,28 miliar (10,77 persen) dan Thailand 7,92 miliar (6,42 persen).

Komentar
Share20Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo Larang Menteri & Eselon I Pakai Mobil Impor

Prabowo Larang Menteri & Eselon I Pakai Mobil Impor

Jakarta -  PT Pindad bicara rencana Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan semua menteri dan pejabat eselon I dalam Kabinet Merah...

Jumlah Pengangguran Naik 7,05 Juta, Ini Rincian Tiap Daerahnya

BPS: 5 Daerah Pengangguran Terbanyak

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis daftar daerah dengan pengangguran terbanyak di Indonesia per Februari 2024. Banten berada di...

Pelindo: Investor Dubai Operasikan Belawan

RI Pindah Gerbang Impor ke  Indonesia Timur

Jakarta -  Indonesian National Shipowners' Association (INSA) bicara terkait rencana pemerintah pindah gerbang impor untuk tujuh komoditas ke wilayah Indonesia...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BPOM Temukan Kopi Lokal yang Picu Gagal Ginjal, Ini Mereknya

BPOM Temukan Kopi Lokal yang Picu Gagal Ginjal, Ini Mereknya

Kepuasan Publik Terhadap Presiden Prabowo 79,9 Persen

Kepuasan Publik Terhadap Presiden Prabowo 79,9 Persen

Lawan SK DPP, Mundjidah Wahab Tolak Dicopot dari Ketua PPP Jawa Timur

Lawan SK DPP, Mundjidah Wahab Tolak Dicopot dari Ketua PPP Jawa Timur

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Izin Tambang Dicabut, Agincourt Kirim Surat Klarifikasi ke BKPM

DPR Resmikan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI 2026-2031

Prabowo Beri Pesan Khusus ke Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono

OJK Gebuk PIPA dan REAL, Skandal IPO Terbongkar

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Perpanjang Penahanan Sudewo 40 Hari

BI: Hilirisasi dan Diversifikasi Ekspor Jadi Tameng Neraca Transaksi Berjalan

BI: Hilirisasi dan Diversifikasi Ekspor Jadi Tameng Neraca Transaksi Berjalan

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In