ASPEK.ID, JAKARTA – Operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus berlanjut. Hingga hari kelima pelaksanaan operasi SAR, tim gabungan telah mengevakuasi 53 kantong jenazah dari lokasi terdampak.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, mengatakan pada hari kelima pencarian tim menemukan dua kantong jenazah tambahan. Seluruh temuan tersebut langsung diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut.
“Hingga pukul 16.00 WIB total korban yang berhasil dievakuasi berjumlah 53 kantong jenazah dan yang telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI sebanyak 38 korban,” ujar Ade di Bandung Barat, Rabu (28/1).
Berdasarkan data terbaru dari penanggung jawab penanganan bencana, jumlah warga terdampak longsor kini mencapai 155 jiwa. Dari jumlah tersebut, 75 orang dinyatakan selamat, sementara 80 orang sebelumnya dilaporkan hilang.
Ade menjelaskan, dari 80 warga yang dilaporkan hilang, sebanyak 53 orang telah ditemukan, sehingga hingga saat ini masih terdapat 27 orang yang dalam proses pencarian.
“Dengan demikian, total penemuan pada hari kelima adalah dua kantong jenazah yang seluruhnya berasal dari sektor A2,” katanya.
Proses evakuasi pada hari kelima tidak berjalan mulus. Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Cisarua dan sekitarnya sejak pagi hari sempat menghambat kerja tim di lapangan.
Selain faktor cuaca, Tim SAR gabungan juga melakukan penyesuaian strategi pencarian. Sejumlah personel digeser dari sektor A2 ke sektor B2 setelah hasil evaluasi lapangan menunjukkan potensi keberadaan korban di area tersebut.
Ade menegaskan, operasi pencarian akan terus dilanjutkan sesuai dengan ketentuan masa tanggap darurat bencana yang telah ditetapkan pemerintah.
“Sesuai dengan keputusan pemerintah terkait tanggap darurat bencana, operasi SAR direncanakan akan terus dilakukan hingga 14 hari ke depan dan akan dievaluasi pada hari ketujuh,” kata Ade. []
























