ASPEK.ID, JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum mengambil sikap terkait wacana dukungan dua periode bagi Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029. Partai berlambang bulan sabit kembar itu menilai pembahasan kontestasi lima tahunan tersebut masih terlalu dini.
Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid menegaskan, partainya tidak ingin tergesa-gesa dalam menentukan arah dukungan politik. Saat ini, PKS memilih fokus pada konsolidasi organisasi dan mengikuti mekanisme internal partai.
“Ini bukan cepat-cepatan ya. Kita akan ikutin aja proses internal organisasi. Masih berapa tahun lagi sih,” kata dia kepada wartawan Kamis (12/2).
Menurut Kholid, setiap keputusan strategis terkait dukungan capres di PKS harus melalui forum tertinggi partai, yakni musyawarah kubro yang diputuskan oleh Majelis Syuro. Hingga kini, belum ada agenda pembahasan maupun jadwal pelaksanaan forum tersebut.
“Sampai saat ini musyawarah Majelis Syuro belum pernah melakukan pembahasan terkait Pilpres 2029,” ucapnya.
Ia menegaskan, sikap resmi partai sepenuhnya berada dalam mandat Majelis Syuro. Pengurus harian, termasuk dirinya, hanya menjalankan keputusan yang telah ditetapkan.
“Jadi sebagai mandataris dari Majelis Syuro PKS, kami menjalankan mandat dari Majelis Syuro. Kami akan mengikuti terkait pilpres hingga detik ini kami belum ada pembahasan,” lanjutnya.
PKS juga tidak mempermasalahkan langkah partai lain seperti PAN dan PKB yang lebih dahulu menyatakan dukungan terhadap Prabowo untuk dua periode.
Meski belum berbicara soal dukungan 2029, Kholid memastikan PKS tetap berada dalam barisan koalisi pemerintah hingga akhir masa jabatan Presiden Prabowo.
“Jadi PKS akan berkomitmen mengawal keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga masa akhir jababatan,” pungkasnya.
Dengan demikian, sikap PKS saat ini menegaskan pemisahan antara komitmen sebagai bagian dari koalisi pemerintahan dan keputusan politik jangka panjang menuju Pilpres 2029 yang masih menunggu dinamika internal partai. []
























