ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengundang para mantan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia ke Istana pada Selasa (3/3) malam. Pertemuan tersebut digelar untuk membahas perkembangan geopolitik global yang kian dinamis, termasuk eskalasi ketegangan di Timur Tengah menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Agenda ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut hasil kunjungan luar negeri Presiden dalam beberapa waktu terakhir. Kepala Negara disebut ingin menyerap pandangan strategis dari para pemimpin terdahulu sebelum merumuskan langkah kebijakan yang berdampak luas terhadap stabilitas nasional.
Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membenarkan adanya undangan tersebut. Namun ia menegaskan belum mengetahui daftar tokoh yang telah mengonfirmasi kehadiran.
“Semua mantan presiden atau presiden terdahulu diundang. Namun saya tidak dalam posisi mengetahui konfirmasi siapa yang bisa hadir dan siapa yang belum bisa hadir,” ujar Dasco kepada wartawan, Selasa (3/3).
Menurut Dasco, Presiden ingin memastikan setiap keputusan strategis yang diambil mempertimbangkan pengalaman dan perspektif para pendahulu.
“Pak Prabowo ingin juga mendengar masukan dan saran-saran dari presiden terdahulu untuk dijadikan pertimbangan,” katanya.
Ia menambahkan, situasi global saat ini memiliki potensi dampak lanjutan terhadap Indonesia, baik dari sisi ekonomi, energi, maupun stabilitas kawasan. Karena itu, pemerintah memandang perlu menyusun langkah mitigasi secara matang dan terukur.
“Dalam melakukan perencanaan mitigasi untuk bangsa dan negara dari dampak yang saat ini sedang terjadi, yang kemungkinan juga akan berdampak bagi negara kita,” ujar Dasco.
Hingga kini, pemerintah belum memerinci opsi kebijakan yang tengah disiapkan. Namun pertemuan lintas kepemimpinan ini diproyeksikan menjadi forum konsolidasi nasional untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. []
























