ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan sejumlah agenda strategis sektor energi dan investasi dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Rabu (11/2).
Rapat tersebut membahas progres program prioritas pemerintah, mulai dari ketahanan pangan, program makan bergizi, Koperasi Merah Putih, hingga perkembangan komunikasi ekonomi dengan Amerika Serikat.
“Membahas berbagai progres program dari bapak Presiden. Termasuk pangan, kemudian makan bergizi, Koperasi Merah Putih, termasuk pembicaraan dengan pihak Amerika Serikat,” kata Bahlil, usai rapat.
Dari sektor ESDM, Bahlil secara khusus melaporkan perkembangan pencabutan izin tambang emas Martabe di Sumatra Utara yang dikelola PT Agincourt Resources. Izin usaha perusahaan tersebut sebelumnya dicabut karena dinilai melanggar aturan pemanfaatan kawasan hutan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Dalam rapat, Presiden disebut meminta dilakukan pengecekan ulang secara menyeluruh terhadap dugaan pelanggaran tersebut. Pemerintah menegaskan akan bersikap objektif.
“Kalau memang tidak ada pelanggaran harus kita pulihkan hak-hak investor dan kalau memang itu ada pelanggaran ya diberikan sanksi secara proporsional,” katanya.
“Semua ini sekali lagi kita lakukan dalam rangka untuk memastikan terhadap investasi dan kepastian hukum juga bisa terjadi dan sekaligus untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang ada di wilayah Sumatra,” tambahnya.
Selain isu pertambangan, Bahlil yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Hilirisasi melaporkan percepatan proyek hilirisasi nasional. Enam proyek telah memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking), dan 12 proyek lainnya disiapkan menyusul dalam waktu dekat.
“Sisanya juga akan dilakukan dalam waktu dekat,” katanya.
Pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah program hilirisasi baru yang ditargetkan mampu menekan ketergantungan impor, meski detailnya belum diungkapkan.
Di sisi energi, Bahlil memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026 dalam kondisi aman. Cadangan nasional disebut mencapai 21 hari dan berada di atas batas minimum.
“Baik LPG maupun BBM dan saya sampaikan bahwa semuanya terkendali dan cukup batas minimum daripada stok nasional,” kata Bahlil. []
























