ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti eskalasi serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran dalam forum silaturahmi dan diskusi kebangsaan bersama sejumlah tokoh nasional, Selasa (3/3).
Pembahasan tersebut mengemuka di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global serta melemahnya efektivitas tatanan dunia berbasis aturan.
Mantan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda yang hadir dalam pertemuan itu mengungkapkan, Presiden Prabowo memaparkan perkembangan mutakhir konflik serta implikasinya terhadap keamanan dan perdamaian dunia.
Menurut Hasan, Presiden menilai ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak lagi efektif dan prinsip rule based order hanya menjadi norma tanpa kekuatan pemaksa, negara yang menjadi korban agresi militer kesulitan mencari saluran penyelesaian.
Hasan menyebut Presiden Prabowo berupaya menggambarkan bagaimana Indonesia harus menavigasi kepentingan nasional di tengah situasi global yang semakin kompleks. Tantangannya bukan hanya menghadapi dua kekuatan besar, tetapi juga berbagai kepentingan global yang saling beririsan.
“Implikasinya bukan hanya terhadap keamanan dan perdamaian dunia, tetapi juga pada ekonomi global, khususnya suplai minyak dan gas,” ujar Hasan.
Hasan mengingatkan kawasan Teluk telah tiga kali menjadi ajang perang besar dalam tiga dekade terakhir.
Pertama, Perang Teluk pada 1991 saat Amerika Serikat memimpin koalisi melawan Irak setelah invasi ke Kuwait.
Kedua, invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003.
Konflik terbaru ini, menurutnya, berpotensi menjadi babak ketiga yang kembali mengguncang kawasan kaya energi tersebut.
Durasi dan bentuk operasi militer, kata Hasan, akan sangat menentukan dampaknya. Jika pengerahan pasukan darat terjadi, konflik bisa berlangsung lebih panjang dan memicu reaksi perlawanan yang meluas.
Bagi Indonesia, situasi ini menuntut kalkulasi matang. Pemerintah perlu mengantisipasi potensi lonjakan harga minyak dunia serta gangguan pasokan energi yang dapat berdampak langsung pada perekonomian nasional.
“Kita harus berhitung, apa dampaknya bagi kita dan bagaimana menyikapinya,” kata Hasan. []
























