ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa proses penjaringan calon Anggota Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) telah menghasilkan dua nama kandidat.
Namun demikian, Purbaya belum bersedia membeberkan identitas kedua calon tersebut kepada publik.
“Jadi emang saya belum pernah mewawancara kedua kandidat tadi,” kata Purbaya saat ditanya wartawan di komplek Gedung DPR RI, Jakarta pada Rabu (11/6).
Ia menjelaskan, tahapan berikutnya adalah pengembalian surat kepada Presiden untuk menentukan pilihan akhir. Kepala Negara memiliki kewenangan penuh dalam menetapkan siapa yang akan menduduki posisi strategis tersebut.
“Jadi diusulkan untuk eh jadi suratnya dikembalikan ke Presiden dengan arahan terserah Presiden mau pilih dari satu, dari dua, atau mengulang proses Pansel-nya,” katanya.
Meski enggan mengungkap nama, Purbaya memastikan bahwa kedua kandidat berasal dari latar belakang yang sama, yakni sektor jasa keuangan.
“Dari sektor keuangan semuanya,” ujarnya.
Rapat di Kompleks Parlemen itu turut dihadiri oleh Dewan Pengawas LPI yang juga menjabat sebagai COO BPI Danantara, Donny Oskaria. Sejumlah anggota Komisi XI DPR RI juga hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun.
Penetapan Dewan Pengawas INA menjadi perhatian mengingat lembaga ini memegang peran penting dalam pengelolaan investasi pemerintah dan penguatan sovereign wealth fund Indonesia. Keputusan akhir kini berada di tangan Presiden. []
























