ASPEK.ID, JAKARTA – Harga saham emiten penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk belum juga berhasil keluar dari zona merah.
Berdasarkan pantauan Aspek.id, saat pembukaan perdagangan saham pada Senin (24/2), harga saham PT garuda Indonesia (Persero) Tbk dibanderol pada level Rp 306 per lembar saham.
Harga saham dengan kode emiten GIAA itu tidak bisa berbuat banyak dan pada penutupan perdagangan pada Senin (24/2), saham GIAA amblas 16 poin atau 5,03 persen ke level Rp 302 per lembar saham.
Sekedar informasi, manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk baru saja dirombak total pada Rabu (22/1) atau tepat sebulan yang lalu, saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Irfan Setiaputra diangkat sebagai Direktur Utama (Dirut) mengantikan Ari Askhara yang telah diberhentikan beberapa waktu lalu karena tersangkut kasus dugaan penyelundupan motor gede Harley Davidson dan sepeda Brompton.
Irfan Setiaputra yang pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Inti itu didampingi oleh Dony Oskaria yang ditunjuk oleh para pemegang saham sebagai Wakil Direktur Utama (Wadirut).
RUPSLB Garuda Indonesia juga menunjuk direksi baru. Posisi Direktur Operasi dijabat oleh Tumpal Manumpak Hutapea, Direktur Human Capital Aryaperwira Adileksana, Direktur Teknik Rahmat Hanafi, Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT Ade R. Susardi, serta Direktur Niaga dan Kargo M. Rizal Pahlevi.
Sementara itu, Fuad Rizal yang sempat menjabat sebagai Plt. Direktur Utama sekaligus Direktur Keuangan dipertahankan untuk mengisi posisi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Selanjutnya ada nama petinggi CT Corp, Dony Oskaria yang diangkat sebagai Wakil Direktur Utama yang akan mendampingi Irfan Setiaputra.
Di poisisi Komisaris Utama, ada nama Triawan Munaf. Kemudian, Chairal Tanjung diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama untuk mendampingi Triawan Munaf.
Kemudian ada nama pengusaha Peter F. Giontha, lalu mantan Direktur Layanan Strategis dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia, Elisa Lumbantoruan serta putri Alm. Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid.
Berdasarkan pantauan perdagangan saham pada penutupan Rabu (22/1), harga saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk turun 14 poin atau 3,08% ke level Rp 440 dan sebulan kemudian pada Senin (24/2) hari ini, saham GIAA semakin terpuruk ke level Rp 302 per lembar saham.






















