ASPEK.ID, BANDA ACEH – Asrama Haji Embarkasi Aceh kembali mencatatkan tonggak sejarah. Untuk pertama kalinya di Indonesia, fasilitas manasik haji kini dilengkapi dengan pesawat asli dan utuh sebagai sarana praktik bagi jemaah.
Pesawat tersebut merupakan hibah dari PT Garuda Indonesia atas inisiatif Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Peresmian dilakukan pada Minggu (15/2) oleh Dahnil bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy serta Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny H. Kairupan.
Langkah ini bukan sekadar penambahan fasilitas fisik. Pemerintah menyebutnya sebagai bentuk simbolik penghormatan kepada Aceh, daerah yang memiliki sejarah penting dalam dunia penerbangan nasional.
“Pesawat ini penghormatan dari pemerintah pusat kepada masyarakat Aceh, karena dalam sejarahnya, pesawat Garuda pertama itu Seulawah, dan ini adalah bentuk penghormatan terhadap masyarakat Aceh dari Presiden Prabowo,” kata Danil.
Sebagaimana diketahui, pesawat Seulawah merupakan cikal bakal armada penerbangan nasional yang kelak menjadi Garuda Indonesia.
Selain nilai historis, kehadiran pesawat ini memiliki fungsi praktis yang krusial. Jemaah haji asal Aceh menempuh perjalanan udara sekitar 7 hingga 8 jam menuju Arab Saudi. Pengalaman tersebut, terutama bagi jemaah lanjut usia, kerap menjadi tantangan tersendiri.
Menurut Dahnil, fasilitas ini memberi gambaran riil tentang situasi di dalam kabin sebelum keberangkatan.
“Pak Prabowo juga membangun Kampung Haji di Makkah. Ini belajar dari Aceh Habib Bugak yang sampai sekarang memberi manfaat bagi masyarakat Aceh,” ujarnya.
Ia berharap Kampung Haji yang digagas Presiden Prabowo Subianto dapat menjadi warisan jangka panjang bagi seluruh jemaah Indonesia.
“Mudah-mudahan ini jadi legacy Pak Prabowo untuk seluruh jemaah haji kita di Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Habib Bugak dulu,” katanya. []























