ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto tak menunggu lama usai menuntaskan rangkaian lawatan luar negeri. Setibanya di Tanah Air, kepala negara langsung menjadwalkan rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Kabar tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/2).
“Tadi pagi bapak presiden sudah tiba dari kunjungan ke luar negeri. Dari Amerika Serikat, Inggris, Yordania, kemudian Uni Emirat Arab. Sore ini beliau akan melaksanakan rapat terbatas (ratas),” ujar Teddy.
Pesawat kepresidenan yang membawa Prabowo mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma pada pukul 08.29 WIB. Tanpa jeda panjang, agenda konsolidasi pemerintahan langsung disiapkan.
Rapat terbatas rencananya digelar secara tertutup di kediaman pribadi Presiden di Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta Selatan. Meski demikian, Teddy belum mengungkap daftar menteri dan pejabat yang akan mengikuti pertemuan tersebut.
Selain ratas, Presiden juga dijadwalkan menggelar buka puasa bersama jajaran menteri.
“Rapat terbatas sampai berbuka, kemudian mungkin nanti disambung lagi, tetapi tertutup,” ucap Teddy.
Lawatan luar negeri Prabowo sebelumnya mencakup kunjungan ke Amerika Serikat, Yordania, dan Uni Emirat Arab. Dalam rangkaian tersebut, ia melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin dunia.
Di Washington, Prabowo bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Di Amman, ia berdialog dengan Raja Yordania Abdullah II. Sementara di Abu Dhabi, pertemuan digelar bersama Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Sejumlah isu strategis kawasan menjadi fokus pembahasan, terutama dorongan perdamaian di Gaza melalui solusi dua negara serta penguatan koordinasi antarnegara Timur Tengah. Selain isu geopolitik, pertemuan tersebut juga menghasilkan sejumlah kesepahaman dan komitmen kerja sama, baik dalam bentuk perjanjian bilateral maupun penguatan kemitraan strategis jangka panjang.
Agenda ratas di Jakarta diperkirakan menjadi forum awal untuk menyelaraskan hasil diplomasi luar negeri dengan langkah kebijakan konkret di dalam negeri. []
























