ASPEK.ID, BANDA ACEH – Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) MT UNITY yang mengalami kondisi darurat medis di perairan Samudera Hindia, Provinsi Aceh, Rabu (28/1) malam.
Korban diketahui bernama Siniatkin Viktor (32), warga negara Rusia, yang bertugas sebagai ABK di kapal tanker minyak mentah berbendera Gambia tersebut. Kapal MT UNITY diketahui tengah berlayar dengan rute Rusia-Singapura.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh, Al Hussain, mengatakan korban mengalami amputasi jari sehingga membutuhkan penanganan medis segera.
“Siniatkin (L/32) mengalami amputasi jari sehingga membutuhkan evakuasi dan penanganan medis lebih lanjut,” kata Al Hussain kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (29/1).
Permintaan evakuasi diterima Basarnas Banda Aceh melalui agen kapal pada Rabu malam sekitar pukul 21.10 WIB. Lokasi kapal berada di koordinat 5°45’4.30” LU – 95°28’3.50” BT, sekitar 7 nautical mile dengan radial 352 derajat utara dari Pelabuhan Ulee Lheue.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan segera diberangkatkan ke lokasi.
“Pukul 22.25 WIB tim SAR gabungan berangkat menggunakan KN SAR KRESNA dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju titik jemput dan langsung melakukan evakuasi terhadap korban,” ujar Al Hussain.
Sekitar 25 menit kemudian, korban berhasil dipindahkan dari kapal ke KN SAR Kresna 232.
“Pukul 22.50 WIB korban berhasil dievakuasi ke KN SAR Kresna untuk selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue,” katanya.
Kapal SAR kemudian sandar di Pelabuhan Ulee Lheue pada pukul 23.30 WIB. Selanjutnya korban langsung dirujuk ke RSUD Zainal Abidin Banda Aceh menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.
“Pukul 23.40 WIB operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke instansi masing-masing,” tutur Al Hussain. []
























