ASPEK.ID, JAKARTA – TNI Angkatan Laut mulai mematangkan persiapan sumber daya manusia untuk mengoperasikan kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan memperkuat armada pertahanan maritim Indonesia. Sedikitnya 500 prajurit Korps Pelaut disiapkan sebagai awak inti kapal tersebut.
Kapal induk buatan Italia itu ditargetkan sudah tiba di Indonesia sebelum peringatan HUT TNI pada 5 Oktober 2026.
Asisten Operasi Kepala Staf TNI AL, Laksamana Muda Yayan Sofiyan, mengatakan kebutuhan personel bukan hanya soal jumlah, tetapi juga kompetensi khusus pengawak kapal induk yang harus dipenuhi secara bertahap.
“Personelnya itu ada sekitar 500 pelaut yang harus mengawaki. Dari mulai sekarang sampai level perwiranya harus memiliki kompetensi khusus sebagai pengawak kapal induk,” kata Yayan, Rabu (25/2).
Pernyataan itu disampaikan Yayan dalam diskusi bertajuk “Indonesia’s Blue Water Transition: Why High-Value ASW/AAW Assets Will Decide Its Credibility” yang digelar secara daring.
Yayan menjelaskan, angka 500 personel tersebut baru mencakup kru inti. Jumlah keseluruhan bisa bertambah karena belum termasuk kru non-inti seperti personel sistem penerbangan, dukungan aviation, hingga unsur teknis lainnya.
“Bisa kita bayangkan sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik kru yang 500. Itu hanya kru inti saja. Kru untuk penerbangan, sistem aviation dan sebagainya,” kata Yayan.
Artinya, selain pengawak navigasi dan operasional kapal, TNI AL juga harus menyiapkan SDM untuk mendukung sistem tempur, penerbangan, hingga perawatan kapal dalam jangka panjang.
Tak hanya SDM, kesiapan pangkalan dan infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian serius. Kapal induk membutuhkan fasilitas sandar khusus, dukungan teknis, serta sistem logistik yang mampu menopang operasional ratusan personel dalam waktu lama.
Kesiapan dermaga, suplai bahan bakar, hingga sistem pemeliharaan menjadi bagian dari perencanaan besar transformasi kekuatan laut Indonesia menuju konsep blue water navy.
Meski tantangan tidak ringan, Yayan menegaskan TNI AL optimistis mampu memenuhi seluruh kebutuhan tersebut demi memastikan kapal induk dapat beroperasi maksimal saat resmi bergabung dengan armada.
Saat ini, proses akuisisi kapal masih berjalan di tingkat Kementerian Pertahanan bersama pemerintah Italia dan galangan kapal Fincantieri.
TNI AL pun menunggu finalisasi proses tersebut sembari mempersiapkan aspek teknis dan personel. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kehadiran Garibaldi akan menjadi tonggak penting dalam penguatan postur pertahanan laut Indonesia, terutama dalam menghadapi dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik. []
























