ASPEK.ID, JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) ruas Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi). Hingga pertengahan Februari 2026, progres konstruksi Seksi 3 yang menghubungkan Cibadak (Parungkuda) hingga Sukabumi Barat (Cisaat) telah mendekati tiga perempat penyelesaian.
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan capaian fisik Seksi 3 sepanjang 13,7 kilometer telah mencapai 71,95 persen.
“Progres konstruksi Tol Bocimi Seksi 3 Cibadak-Sukabumi sepanjang 13,7 Km telah mencapai 71,95%,” kata BPJT dalam Instagram resminya @pupr_bpjt, dikutip Rabu (18/2).
Seksi 3 merupakan bagian dari keseluruhan ruas Tol Bocimi yang memiliki panjang total sekitar 54 kilometer. Pembangunan ruas ini ditargetkan memperkuat konektivitas kawasan Ciawi di Kabupaten Bogor dengan Sukabumi, sekaligus menjadi tulang punggung mobilitas di selatan Jawa Barat.
“Seksi 3 Segmen Cibadak-Sukabumi Barat merupakan bagian dari Tol Bocimi yang menjadi PSN dan dapat menghubungkan kawasan Ciawi di Kabupaten Bogor dengan Sukabumi,” lanjut BPJT.
Fungsional Saat Lebaran 2026
Meski konstruksi belum rampung sepenuhnya, sebagian ruas Seksi 3 berpotensi dimanfaatkan secara terbatas saat periode mudik dan arus balik Idul Fitri 2026.
BPJT menyebut segmen Cibadak–Akses Karangtengah sepanjang 4,9 kilometer tengah dipersiapkan untuk dibuka secara fungsional tanpa tarif guna mengurai kepadatan lalu lintas.
“Sebagian Seksi 3 Tol Bocimi yakni Cibadak-Akses Karangtengah sepanjang 4,9 Km sedang dipersiapkan untuk rencana fungsional sementara tanpa tarif selama periode arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 2026 guna mendukung kelancaran arus lalu lintas,” jelas BPJT.
Langkah ini dinilai strategis mengingat jalur nasional menuju Sukabumi kerap mengalami kemacetan ekstrem saat musim libur panjang, terutama pada momentum Lebaran.
Waktu Tempuh Kian Singkat
Saat ini, Seksi 1 Ciawi–Cigombong dan Seksi 2 Cigombong–Cibadak (Parungkuda) telah beroperasi. Kedua seksi tersebut memangkas waktu perjalanan Jakarta–Sukabumi secara signifikan.
“Perjalanan Jakarta-Sukabumi yang biasanya ditempuh sekitar 5-9 jam, dapat ditempuh hanya sekitar 1,5 jam dengan beroperasinya Seksi 1 Ciawi-Cigombong dan Seksi 2 Cigombong-Cibadak,” ujar BPJT.
Ke depan, penyelesaian Seksi 3 diproyeksikan memangkas durasi perjalanan lebih drastis lagi, terutama untuk lintas Cigombong–Cibadak.
“Perjalanan Cigombong-Cibadak yang saat ini ditempuh sekitar 1,5 jam, dapat menjadi 10-15 menit,” ungkapnya.
Dorong Logistik dan Pariwisata
Secara strategis, Tol Bocimi tak hanya berfungsi sebagai pengurai kemacetan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi wilayah. Infrastruktur ini mempercepat distribusi logistik, meningkatkan aksesibilitas kawasan selatan Bogor dan utara Sukabumi, serta membuka peluang investasi baru.
Akses menuju destinasi unggulan seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido dan berbagai kawasan wisata di sepanjang koridor Ciawi–Sukabumi juga semakin terbuka.
“Tol Bocimi juga dapat meningkatkan akses masyarakat dan wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan di Kabupaten Bogor bagian selatan dan Kabupaten Sukabumi bagian utara, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido dan kawasan wisata lainnya di sepanjang koridor Ciawi hingga Sukabumi,” terang BPJT.
Dengan progres yang terus bergerak, kehadiran penuh Seksi 3 Tol Bocimi menjadi salah satu penentu utama percepatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa Barat menjelang 2026. []
























