ASPEK.ID, JAKARTA – Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Klaster Jasa Infrastruktur, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA berhasil melunasi kewajiban obligasi global Komodo Bond sebesar Rp5,4 triliun.
Direktur Keuangan WIKA Ade Wahyu dalam keterangan resminya mengatakan keberhasilan ini ditopang oleh beberapa aspek diantaranya keuangan perseroan yang sehat dan kepercayaan publik pada penerbitan obligasi.
Selanjutnya berkat dukungan dari institusi keuangan, dimana hal tersebut membuktikan bahwa WIKA masih menjadi perusahaan yang dipercaya oleh investor dan institusi keuangan.
“Kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban masih sangat terjaga. Ditopang dengan model bisnis yang terintegrasi, WIKA layak menjadi pilihan investor, owner proyek, para mitra kerja, serta publik,” ujar Ade Wahyu, Selasa (2/2).
Selain itu, WIKA juga telah menerbitkan obligasi global berdenominasi rupiah (Komodo Bond) di London Stock Exchange’s International Securities Market (ISM).
Komodo Bond WIKA kala itu berhasil mendapatkan permintaan sebesar 2,5x (oversubscribed). Hal itu menunjukkan kekuatan profil risiko WIKA serta minat para investor global untuk berinvestasi di sektor infrastruktur Indonesia.
Profil investor global yang berminat terhadap Komodo Bonds WIKA sejumlah 67 persen berasal dari Asia, 13 persen dari Eropa dan Timur Tengah, 10 persen dari Amerika Serikat dan 10 persen dari investor dalam negeri, Indonesia.
Komodo Bonds WIKA dengan tenor 3 tahun berhasil menghimpun dana sebesar Rp5,4 triliun (setara dengan 405 juta dolar AS) dengan kupon sebesar 7,7 persen per tahun.
Komodo Bonds tersebut berhasil mendapatkan dukungan dari investor global dan mencapai oversubscribed atau kelebihan permintaan sebanyak 2,5 kali. Dana yang diperoleh digunakan untuk investasi dan pengembangan infrastruktur di Indonesia.
Perusahaan pelat merah dengan kode emiten WIKA adalah salah satu perusahaan konstruksi yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia.
Wika didirikan berdasarkan UU No.19 tahun 1960 junto PP No.64 tahun 1961 tentang Pendirian PN Widjaja Karja tanggal 29 Maret 1961.
Saat ini, WIKA memiliki 7 anak perusahaan yakni PT Wika Bangunan Gedung, PT Wika Beton, PT Wika Industri dan Konstruksi, PT Wika Rekayasa Konstruksi, PT Wika Realty, PT Wika Serang Panimbang dan PT Wika Bitumen.
























