• Latest
  • Trending
Yusril: RPP Jabatan Polisi Aktif Terbit Akhir Januari 2026

Yusril Sebut Parliamentary Threshold tak Lagi Relevan

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Pertemuan di Tokyo, Indonesia-Brunei Bahas Impor Minyak dan Transisi Energi

Iran Tangkap Puluhan Orang yang Diduga Bantu Operasi Israel

Iran Tangkap Puluhan Orang yang Diduga Bantu Operasi Israel

Pelindo I MoU dengan Rotterdam & Zhejiang  Kembangkan Kuala Tanjung

Dukung Arus Mudik Lebaran, Pelindo Siagakan Layanan Pelabuhan Tanpa Henti

Gedung Umat Islam akan Dibangun di Kawasan HI, Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

Prabowo Mau Tertibkan Pengamat yang Tak Patriotik & Suka Menghasut

Antisipasi Lonjakan Lebaran, Dua Kargo LPG dari Australia Segera Masuk RI

Antisipasi Lonjakan Lebaran, Dua Kargo LPG dari Australia Segera Masuk RI

Bupati Cilacap Kumpulkan Dana Rp515 Juta untuk THR Polisi hingga Jaksa

Bupati Cilacap Kumpulkan Dana Rp515 Juta untuk THR Polisi hingga Jaksa

Kasus Jalur Impor Ilegal, Pejabat DJBC Resmi Ditahan KPK

OTT KPK Cilacap, Bupati Kumpulkan Dana THR untuk Forkompida

Yusril: RPP Jabatan Polisi Aktif Terbit Akhir Januari 2026

Yusril Minta Polisi Ungkap Aktor Intelektual di Balik Serangan terhadap Aktivis KontraS

KPK Dalami Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

KPK Tetapkan Bupati dan Sekda Cilacap Tersangka Pemerasan Proyek

Penguatan Dolar Tekan Harga Emas Global Dua Pekan Berturut-turut

Bupati Cilacap Kena OTT KPK, PKB: Jadi Pelajaran untuk Semua Kader

Bupati Cilacap Kena OTT KPK, PKB: Jadi Pelajaran untuk Semua Kader

Pesawat Militer AS Jatuh di Irak Barat, Enam Awak Dilaporkan Tewas

Pesawat Militer AS Jatuh di Irak Barat, Enam Awak Dilaporkan Tewas

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Maret 16, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Yusril Sebut Parliamentary Threshold tak Lagi Relevan

by Muhammad Fadhil
Maret 4, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS, POLITIK
Yusril: RPP Jabatan Polisi Aktif Terbit Akhir Januari 2026

Yusril Ihza Mahendra. Foto: Detik.com

ASPEK.ID, JAKARTA – Wacana penghapusan parliamentary threshold (PT) kembali mencuat. Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menilai ambang batas parlemen tidak lagi relevan dalam sistem Pemilu Indonesia.

Dalam seminar nasional yang digelar Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) di Jakarta Selatan, kemarin, Yusril menegaskan bahwa stabilitas pemerintahan tidak ditentukan oleh tinggi rendahnya ambang batas.

“Apakah tanpa PT pemerintah tidak stabil? Faktanya tidak demikian. Ketidakstabilan lebih disebabkan oleh politik kekuasaan, bukan jumlah partai,” ujar Yusril dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (4/3).

BacaJuga

Pertemuan di Tokyo, Indonesia-Brunei Bahas Impor Minyak dan Transisi Energi

Iran Tangkap Puluhan Orang yang Diduga Bantu Operasi Israel

Dukung Arus Mudik Lebaran, Pelindo Siagakan Layanan Pelabuhan Tanpa Henti

Prabowo Mau Tertibkan Pengamat yang Tak Patriotik & Suka Menghasut

Antisipasi Lonjakan Lebaran, Dua Kargo LPG dari Australia Segera Masuk RI

Bupati Cilacap Kumpulkan Dana Rp515 Juta untuk THR Polisi hingga Jaksa

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ia mencontohkan pelaksanaan Pemilu 1955 yang diikuti 49 partai politik. Tanpa penerapan threshold, hanya sejumlah partai yang akhirnya memiliki kursi signifikan di parlemen. PNI dan Masyumi masing-masing meraih 58 kursi, NU 45 kursi, dan PKI 37 kursi.

Menurutnya, dinamika tersebut menunjukkan bahwa penyederhanaan partai dapat terjadi secara alamiah melalui proses elektoral. “Perlu penyederhanaan supaya politik stabil? Tidak juga. Jadi biarkan saja partai banyak, nanti akan sederhana sendiri,” tegasnya.

Menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi, pemerintah disebut masih mengkaji formulasi ideal ambang batas ke depan. Yusril mengusulkan pendekatan berbeda, yakni bukan lagi berbasis persentase suara nasional, melainkan jumlah kursi minimal untuk membentuk fraksi di DPR.

Ia merujuk pada keberadaan 13 komisi di DPR. Dengan asumsi satu partai minimal memiliki satu kursi di setiap komisi, maka dibutuhkan sedikitnya 13 kursi untuk membentuk satu fraksi mandiri.

“Ada 13 komisi. Kalau satu partai minimal satu kursi per komisi, berarti minimal 13 kursi untuk satu fraksi. Kalau kurang, bisa bergabung membentuk fraksi,” jelasnya.

Skema tersebut dinilai lebih rasional dan praktis karena tetap menjaga efektivitas kerja parlemen tanpa menghilangkan representasi suara rakyat.

Dalam forum yang sama, Ketua Umum GKSR yang juga Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, mengkritik penerapan PT. Ia menilai ambang batas berpotensi menggerus legitimasi suara rakyat yang diberikan kepada partai nonparlemen.

“Setiap suara rakyat adalah kedaulatan, bukan angka statistik. PT berpotensi menghapus suara sah rakyat,” ujarnya.

OSO juga menyinggung Putusan MK Nomor 116/PUU-XXI/2023 yang menghapus ketentuan PT 4 persen untuk Pemilu 2029. Ia berharap regulasi ke depan mampu menghadirkan sistem yang stabil sekaligus inklusif.

Mantan Ketua MK, Arief Hidayat, menegaskan bahwa besaran ambang batas merupakan open legal policy atau kewenangan pembentuk undang-undang. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga asas proporsionalitas dan stabilitas pemerintahan, tanpa mengabaikan perlindungan terhadap suara sah pemilih.

Sementara itu, mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengusulkan penerapan mekanisme stembus accord, yakni penggabungan sisa suara antarpartai agar tetap terkonversi menjadi kursi atau fraksi.

“Intinya, setiap suara tidak boleh hilang,” tegas Mahfud.

Perdebatan mengenai parliamentary threshold dipastikan menjadi salah satu isu krusial dalam revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pemerintah dan DPR dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan kebutuhan stabilitas politik dengan prinsip representasi demokrasi yang adil dan proporsional. []

Komentar
Share10Tweet6SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Pertemuan di Tokyo, Indonesia-Brunei Bahas Impor Minyak dan Transisi Energi

ASPEK.ID, TOKYO - Pemerintah Indonesia membuka peluang untuk mengimpor minyak bumi dari Brunei Darussalam sebagai salah satu langkah memperkuat ketahanan...

Iran Tangkap Puluhan Orang yang Diduga Bantu Operasi Israel

Iran Tangkap Puluhan Orang yang Diduga Bantu Operasi Israel

ASPEK.ID, TEHERAN - Otoritas keamanan Iran menangkap puluhan orang yang diduga menjadi informan Israel di sejumlah wilayah negara itu, di...

Pelindo I MoU dengan Rotterdam & Zhejiang  Kembangkan Kuala Tanjung

Dukung Arus Mudik Lebaran, Pelindo Siagakan Layanan Pelabuhan Tanpa Henti

ASPEK.ID, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan seluruh layanan kepelabuhanan tetap beroperasi penuh selama masa angkutan Lebaran...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Jokowi Beri Sinyal Duetkan Prabowo dan Erick Thohir

Pengamat:  Erick Perkuat Basis Suara Prabowo di Luar Jawa

Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Bahlil Buka-bukaan Soal Ratas Prabowo di Hambalang

Bahlil:  Ada Asing di Balik Kisruh Rempang

Bahlil: Impor Minyak dari AS Sudah Berjalan Bertahap

Pertemuan di Tokyo, Indonesia-Brunei Bahas Impor Minyak dan Transisi Energi

Iran Tangkap Puluhan Orang yang Diduga Bantu Operasi Israel

Iran Tangkap Puluhan Orang yang Diduga Bantu Operasi Israel

Pelindo I MoU dengan Rotterdam & Zhejiang  Kembangkan Kuala Tanjung

Dukung Arus Mudik Lebaran, Pelindo Siagakan Layanan Pelabuhan Tanpa Henti

Gedung Umat Islam akan Dibangun di Kawasan HI, Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

Prabowo Mau Tertibkan Pengamat yang Tak Patriotik & Suka Menghasut

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In