• Latest
  • Trending

Menko Luhut Tawarkan Investasi Hijau di Papua dan Papua Barat

Ari Askhara Mengundurkan Diri dari Dirut PT Humpuss Maritim Internasional Tbk

Ari Askhara Mengundurkan Diri dari Dirut PT Humpuss Maritim Internasional Tbk

Berat Koper Jamaah Haji Saat Pulang Maksimal 32Kg, Berikut Ketentuannya

Pemerintah Usul Ongkos Haji 2027 Sebesar Rp107 Juta

KM Nurul Salsa Tenggelam Usai Mati Mesin di Selayar, 24 Orang Masih Hilang

601 Kecelakaan Kapal Terjadi di RI hingga Agustus, 239 Orang Meninggal

Prabowo-Bahlil Bahas Tambang Martabe hingga Hilirisasi

Bahlil Ungkap RI Masih Impor 700 Ribu Barel Minyak per Hari

Update Gempa NTT: 25 Orang Meninggal di Manggarai dan Manggarai Timur

Kisah Nenek 84 Tahun Selamat Usai 4 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa NTT

Agus Surya Bakti Komut Antam, Dana Amin Jadi Dirut

Antam Buka Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan Baru

252 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan MBG, 26 Masih Dirawat

10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbanyak di RAPBN 2027

Garuda Maskapai Penerbangan Dengan Prokes Terbaik Dunia

Garuda Uji Coba Internet Ngebut, Penumpang Bisa Video Call di Udara

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

Saham BYAN Anjlok 6,95% Usai Rumor Mau Diakuisisi Haji Isam

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa 4 ASN BPK Terkait Kasus Suap Bupati Muara Enim

Dony Oskaria: BUMN Karya: Utang Banyak, Anak Usaha Bermasalah

Dony Oskaria: BUMN Karya: Utang Banyak, Anak Usaha Bermasalah

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Agustus 19, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Menko Luhut Tawarkan Investasi Hijau di Papua dan Papua Barat

by REDAKSI
Maret 1, 2020
in EKONOMI, NEWS

ASPEK.ID – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meluncurkan konsep Investasi Hijau atau investasi ramah lingkungan di Papua dan Papua Barat.

Investasi hijau merupakan konsep investasi ramah lingkungan yang tengah dioptimalkan oleh pemerintah Indonesia. Karena ramah lingkungan, Menko Luhut menilai konsep ini sesuai diterapkan di Papua dan Papua Barat yang memiliki sumber daya alam melimpah.

“Berkaitan dengan modal alam yang melimpah di Papua dan Papua Barat, investasi hijau dalam memanfaatkan sumber daya alam dengan tetap mempertahankan keberlanjutan akan menjadi skema yang tepat untuk mempromosikan pembangunan Papua dan Papua Barat,” kata Menko Luhut dalam forum High Level Meeting on Green Investment For Papua and West Papua di Sorong.

BacaJuga

Ari Askhara Mengundurkan Diri dari Dirut PT Humpuss Maritim Internasional Tbk

Pemerintah Usul Ongkos Haji 2027 Sebesar Rp107 Juta

601 Kecelakaan Kapal Terjadi di RI hingga Agustus, 239 Orang Meninggal

Bahlil Ungkap RI Masih Impor 700 Ribu Barel Minyak per Hari

Kisah Nenek 84 Tahun Selamat Usai 4 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa NTT

Antam Buka Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan Baru

Konsep investasi hijau dalam tahap awal akan menyasar hasil pertanian, perikanan Papua dan Papua Barat yang berpotensi untuk diekspor, serta ekowisata.

“Kami memiliki komoditas yang siap ditingkatkan dan dikembangkan seperti kakao, kopi Arabika, dan pala. Kami juga memiliki rumput laut dan kopi Robusta yang tumbuh baik di Papua, serta budaya, lingkungan, laut di Papua yang menawarkan banyak peluang untuk ekowisata,” kata Menko Luhut.

Menko Luhut berharap, konsep investasi ramah lingkungan yang akan diterapkan di Papua dan Papua Barat bisa memacu pertumbuhan ekonomi di tanah Papua.

“Jadi dengan adanya investasi, masyarakat akan memulai kegiatan ekonomi. Perekonomian alam tumbuh dan orang bisa mendapatkan manfaat sosial darinya,” imbuh Menko Luhut.

Untuk mengoptimalkan modal alam yang dimiliki, Menko Luhut menyatakan pemerintah berkomitmen melindungi, melestarikan, dan mengelola ekosistem Papua dan Papua Barat secara berkelanjutan.

Komitmen pemerintah, menurut Menko Luhut, ditunjukkan melalui pengembangan prakarsa pembangunan rendah karbon; moratorium konsesi perkebunan kelapa sawit; hingga moratorium konsesi hutan alam primer dan lahan gambut.

“Hutan dan ekosistem Papua dan Papua Barat perlu dijaga agar tetap utuh. Pemerintah akan memberikan kerangka kebijakan sementara pelaku bisnis perlu menyediakan investasi dan dukungan. Kolaborasi ini hanya dapat dilakukan secara efektif jika pemerintah daerah, masyarakat, kelompok adat, bisnis lokal, kelompok agama dan organisasi masyarakat sipil dapat bekerja bersama dan saling mendukung,” kata Menko Luhut.

Selain itu, ia juga mendoronga para pengusaha agar tidak lagi melakukan penebangan-penebangan hutan. Namun akan membuat pengusaha bersama masyarakat menanam komoditas perkebunan terbaik di wilayahnya yang ramah lingkungan. Pemerintah memberikan kesempatan selama satu bulan kepada 24 perusahaan yang hadir untuk membuat proposal usulan investasi hijau di Papua.

Dalam proposal itu, perusahaan diminta mendetailkan bentuk investasi serta komoditas yang disasar. Pemerintah juga akan mempersiapkan insentif bagi investasi hijau tersebut. Namun untuk angkanya saat ini masih dalam hitungan.

Selain itu, Menko Luhut mengungkapkan bahwa “Indonesia adalah ibukota alami dunia’. Negara yang terdiri dari 17.500 pulau ini menurut Menko Luhut merupakan rumah bagi hutan hujan terbesar ketiga di dunia. Luas kawasan hutan Indonesia menurutnya tercatat sekitar 125,9 juta hektar yang merupakan 63,7% dari luas daratan Indonesia. Selain itu 15% dari semua spesies di planet ini dapat ditemukan di Indonesia dan Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati laut paling banyak di dunia.

Lebih lanjut Menko Luhut menilai, potensi Hutan bakau Indonesia mencapai 3 juta hektar yang merupakan sepertiga dari cadangan karbon pesisir global merupakan sebuah potensi yang dapat dikelola dalam rangka berkontribusi terhadap penanganan perubahan iklim dunia.

“Indonesia memiliki wilayah karbon terkaya di dunia, kita memiliki sekitar 75 persen-80 persen karbon kredit dunia,” ujar Menko Luhut.

Stok karbon di Indonesia menurut Menko Luhut padat dan tak tergantikan. Sekali hilang mereka tidak dapat dipulihkan dalam kerangka waktu yang berarti dan akan mengurangi anggaran karbon global.

”Hilangnya karbon yang tidak dapat dipulihkan dalam sumber daya alam ini, terutama lahan gambut, hutan bakau dan hutan tropis yang utuh akan mewakili debit permanen pada sisa karbon global,” kata Menko Luhut

Menyadari potensi Indonesia yang memiliki modal alam dunia tersebut, oleh karena itu melalui konsep Investasi Hijau di Papua dan Papua Barat, Pemerintah Indonesia menurut Menko Luhut sangat serius berkomitmen mendukung peta jalan dan segala infrastrukturnya dalam rangka juga mencapai tujuan Presiden Republik Indonesia mengembangan ekonomi berkelanjutan yang sejahtera dan adil di Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang secara sosial dan inklusif terhadap lingkungan.

Menko Luhut menyampaikan pesan pribadi Presiden Joko Widodo bahwa Presiden sangat menyukai program Kredit Karbon sehingga bermanfaat bagi Indonesia.

Ditegaskan olehnya bahwa Indonesia akan mengambil peran penting bagi penangan perubahan iklim dunia dan SDG

“Presiden kita senang bahwa sektor swasta dapat terlibat dalam masalah ini dan masyarakat kolaborasi masyarakat, tetapi dia ingin mengingatkan semua pemangku kepentingan untuk tetap berada di koridor yang telah ditentukan, untuk menjaga transparansi, semua demi kebaikan planet kita,” ungkap Menko Luhut.

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Ari Askhara Mengundurkan Diri dari Dirut PT Humpuss Maritim Internasional Tbk

Ari Askhara Mengundurkan Diri dari Dirut PT Humpuss Maritim Internasional Tbk

  ASPEK.ID, JAKARTA — PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) menerima pengunduran diri I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari...

Berat Koper Jamaah Haji Saat Pulang Maksimal 32Kg, Berikut Ketentuannya

Pemerintah Usul Ongkos Haji 2027 Sebesar Rp107 Juta

  ASPEK.ID, JAKARTA -Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menyampaikan pemerintah mengusulkan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH)...

KM Nurul Salsa Tenggelam Usai Mati Mesin di Selayar, 24 Orang Masih Hilang

601 Kecelakaan Kapal Terjadi di RI hingga Agustus, 239 Orang Meninggal

ASPEK.ID, JAKARTA - Sebanyak 601 kecelakaan kapal terjadi di Indonesia sepanjang Januari hingga 15 Agustus 2026. Ratusan insiden tersebut menimbulkan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In