• Latest
  • Trending

Covid-19 Mulai Pulih, Peluang Ekspor ke Jepang Terbuka Lebar

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

NASA Beri Peringatan Khusus Karthula di Ri

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Warga Dunia Simpan Emas di Singapura Sebanyak 800 Ton

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Alasan Investor Global Lirik RI

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: 10 Orang Kaya, 1 Muslim

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Covid-19 Mulai Pulih, Peluang Ekspor ke Jepang Terbuka Lebar

by Zamzami Ali
Juni 22, 2020
in EKONOMI

ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan bahwa peluang pasar ekspor ke Jepang kini kembali terbuka lebar menyusul mulai pulihnya Covid-19.

Peluang ini penting untuk dimanfaatkan dengan maksimal oleh para pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM). Untuk itu, Mendag Agus menyambut baik diselenggarakannya seri seminar web (webinar) Japan-Indonesia 20/21 Market Access yang dibuka dengan webinar bertajuk “Market Access: Preliminary Session” hasil kerja sama Atase Perdagangan Tokyo dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Osaka, pada Kamis (18/6).

“Pemerintah Jepang menetapkan kebijakan untuk membangun rantai pasok yang lebih berkelanjutan, terutama dengan semakin pulihnya Jepang dari Covid-19. Hal tersebut menjadi peluang yang harus dimanfaatkan Indonesia untuk mengisi kekosongan dan meningkatkan laju ekspor ke pasar Jepang,” ujar Agus.

BacaJuga

Di Harvard University, JK Sebut Empat Tekanan Ekonomi RI

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

Prabowo: Filosofi Ekonomi Indonesia Sudah Melenceng dari UUD 1945

Survei Kadin: Minat Pengusaha Berinvestasi Semakin Melemah

Menko Airlangga Bantah Rencana Pemerintah Bagikan HP Gratis ke Warga

Gubernur Jakarta Gratiskan Transportasi Umum Bagi Pencari Kerja di 2027

Webinar tersebut merupakan awal dari rangkaian serial kegiatan yang bertujuan memberikan informasi pasar dan pelatihan (coaching) kepada pelaku ekspor, khususnya UKM, untuk dapat memanfaatkan peluang ekspor di pasar Jepang pada masa pemulihan Covid-19 ini.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag, Kasan, mengatakan, Kemendag telah melakukan kebijakan memitigasi dampak pandemi Covid-19.

“Mencermati kinerja dan situasi saat ini, Kemendag telah melakukan kebijakan strategis memitigasi dampak pandemi COVID-19 terhadap kinerja ekspor, antara lain melalui memudahkan proses perizinan dan memberikan bantuan fasilitasi kepada para eksportir yang terdampak,” ujar Kasan.

Dia menjelaskan, pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan bagi hampir seluruh negara di dunia, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. Meski angka kasus Covid-19 terus meningkat di berbagai kawasan, namun di beberapa negara Asia, khususnya Jepang, pandemi Covid-19 telah menunjukkan pemulihan yang diindikasikan penurunan jumlah kasus aktif dan kasus baru.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Jepang telah mencabut status “state of emergency” sehingga kegiatan sosial dan ekonomi Jepang pulih kembali secara berangsur dengan istilah “new lifestyle”.

Pada sisi ekonomi, pandemi Covid-19 telah memberikan “wake up call” bagi transformasi perekonomian Jepang yang selama ini bergantung pada Tiongkok sebagai basis manufaktur. Untuk itu, Pemerintah Jepang mulai memikirkan rantai pasok global (global supply chain) baru dari negara lain sebagai alternatif yang baru.

Untuk itu, lanjut Kasan, guna meraih peluang mengisi rantai pasok global tersebut, para perwakilan perdagangan di luar negeri, baik Atase Perdagangan maupun ITPC, diharapkan dapat terus menyampaikan informasi pasar kepada pelaku usaha, serta melakukan promosi ekspor dan penjajakan kesepakatan (secara virtual) sehinga dapat menghasilkan transaksi dagang bagi para pelaku ekspor, khususnya UKM.

“Kami berharap pelaku UKM tetap optimis dan menjadikan krisis ini sebagai momentum yang baik untuk akselerasi sehingga dapat memanfaatkan peluang ekspor ke pasar Jepang secara optimal,” jelas Kasan.

Untuk memfasilitasi pelaku usaha dalam memanfaatkan peluang pasar Jepang, Atase Perdagangan Tokyo Arief Wibisono dan Kepala ITPC Osaka Ichwan Joesoef menyatakan akan berkolaborasi menyelenggarakan sesi lokakarya (workshop) virtual sebanyak lima kali secara berkala hingga September 2020 bersama para importir Jepang.

Lokakarya akan digelar berdasarkan lima produk ekspor utama ke Jepang, yaitu makanan dan minuman; energi terbarukan; agrikultur dan hortikultura; mold, die and automotive parts; serta furnitur dan peralatan rumah.

Melalui lokakarya tersebut, para importir Jepang akan berbagi pengetahuan dan pengalaman agar para pelaku usaha Indonesia dapat menembus pasar Jepang. Diharapkan, para pelaku usaha, khususnya UKM, yang dijaring Ditjen PEN Kemendag yang akan menjadi peserta lokakarya tersebut bisa mendapatkan gambaran peluang untuk ekspor ke pasar Jepang pada tahun ini dan pascapandemi nanti.

Selanjutnya pada akhir 2020, Atase Perdagangan Tokyo dan ITPC Osaka juga berencana menggelar penjajakan kerja sama dagang (business matching) antara pelaku usaha Indonesia dan importir Jepang, khusunya untuk kelima produk utama tersebut.

Komentar
Share25Tweet12SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

BGN Uji MBG Prasmanan Ala Sekolah di Jepang

BGN Uji MBG Prasmanan Ala Sekolah di Jepang

  ASPEK.ID,  BLORA - Badan Gizi Nasional (BGN) menguji coba sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penerapan pola...

Cegah QRIS Palsu di Masjid, Ini Saran untuk Jamaah

QRIS Antarnegara Bisa  Dipakai di 6 Negara, Transaksi di Indonesia Rp5,9 Triliun

ASPEK.ID, JAKARTA- Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara oleh pengguna dari negara mitra di...

Pensiun Tak Cukup Biayai Hidup, Lansia  Terus Bekerja

Populasi Lansia Jepang Tertinggi di Dunia

  ASPEK.ID, JEPANG - Proporsi penduduk Jepang berusia 65 tahun ke atas diperkirakan mencapai 29,6 persen dari total populasi pada...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In