ASPEK.ID, AMERIKA – Pendiri Microsoft, Bill Gates, memperingatkan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berpotensi memicu gejolak ekonomi dan sosial selama dua dekade ke depan.
Transformasi teknologi tersebut diperkirakan mengubah lanskap pekerjaan, menggeser peran manusia, serta menghadirkan tantangan besar bagi kehidupan masyarakat.
Dalam wawancara di podcast Decoder, Gates menilai peralihan menuju ekonomi berbasis AI akan menciptakan pihak yang diuntungkan maupun dirugikan.
Masyarakat, menurutnya, harus melewati masa transisi penuh ketidakpastian sebelum berpeluang memasuki era kelimpahan berkat kemajuan teknologi.
“Kekhawatiran terbesar saya adalah periode transisi 20 tahun ini, di mana akan ada pemenang dan pecundang serta banyak gangguan,” kata Gates, dikutip Minggu, (25/10/2026).
Dia menegaskan, perkiraan tersebut bukan prediksi pasti. Durasi transisi dapat berlangsung lebih singkat atau lebih lama, bergantung pada perkembangan teknologi dan keputusan untuk memperlambat pengembangannya.
Gates menjelaskan, kemajuan AI yang dipadukan dengan robot humanoid berpotensi membuat mesin mengambil alih sebagian besar pekerjaan fisik manusia. Aktivitas seperti membangun rumah, memproduksi pangan, hingga melakukan operasi bedah dapat dikerjakan dengan bantuan teknologi tersebut.
Meski berpotensi mengurangi kelangkaan barang dan jasa, Gates menilai sejumlah aktivitas mungkin tetap dipertahankan sebagai ranah manusia, termasuk pengasuhan anak, menyiapkan makanan, seni, dan olahraga.
Di sisi lain, Gates mengakui AI menawarkan peluang besar untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan produktivitas pertanian.
Menurut Gates, tanggung jawab mengelola risiko AI tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada perusahaan teknologi.
Pemerintah dan masyarakat perlu mengambil peran dalam menentukan arah pengembangan serta memastikan dampaknya terhadap kehidupan manusia dapat dikelola dengan baik.
“Saya benci harus menyampaikan kabar yang mengkhawatirkan ini, tetapi lebih buruk lagi jika tidak memberi tahu orang-orang bahwa ini akan terjadi. Sebagai manusia, kita memiliki pilihan untuk menentukan bagaimana kita membentuknya,” ujarnya dikutip dari RMOL.
Gates menegaskan, bahkan dalam skenario paling menguntungkan sekalipun, perkembangan AI dapat menghadirkan salah satu periode paling penuh gejolak dalam sejarah manusia.














