ASPEK.ID, JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merombak jajaran direksinya pada Jumat (20/11/2020). Dikutip dari keterbukaan informasi ke BEI, RUPSLB digelar di Gedung Manajemen, Lantai Dasar, Soekarno-Hatta, Tanggerang.
Selain perombakan direksi, RUPSLB juga membahas dua agenda lain. Pertama, peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor perseroan terkait penerbitan dan melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.
Kedua, pembahasan persetujuan perubahan anggaran dasar. Garuda belum setahun merombak susunan direksi.
Perombakan terjadi setelah Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara) dipecat oleh Menteri BUMN ErickThohir karena terlibat penyelundupan Motor Harley-Davidson melalui pesawat Airbus A330-900.
Dewan Komisaris Garuda juga memecat empat direksi lainnya terkait penyelundupan tersebut. Mereka adalah Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar.
Untuk mengisi kekosongan direktur utama, RUPSLB Garuda pada awal 2020 menetapkan Irfan Setiaputra sebagai direktur utama, Triawan Munaf menjadi Komisaris Utama.
RUPSLB juga menetapkan Chairal Tanjung wakil komisaris utama dan Elisa Lumbatoruan dan Yenny Wahid komisaris independen












