• Latest
  • Trending

Neraca Dagang Indonesia Surplus 85,1 Juta Dolar

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Sore Ini

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

UNDP: 800 Juta Anak Muda Hadapi Masa Depan Tanpa Kerja

WFH ASN Resmi Berlaku, Perjalanan Dinas Dipangkas hingga 70%

Menkeu Pastikan Gaji PNS Dibayar Melalui Bank Bukan Kopdes

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

6 Aktivis Greenpeace Bebas Setelah Diperiksa 12 Jam

Jelang RUPS, Ini Rumor Nama-nama Petinggi PLN

Kerugian Negara Padam Listrik di Batam-Bintan Ditaksir Rp57,3 Miliar

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowo-GIbran: Masalah Ekonomi Picu Ketidakpuasan Publik

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

6 Aktivis Greenpeace Dibawa ke Biddokkes Polda Metro

Prabowo-Gibran Lawan Kelompok Radikal, Sindir Siapa?

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kepercayaan Publik di Angka 64,8 Persen

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

Dari Bendungan hingga Labuan Bajo, Jejak Jokowi yang Sulit Dipisahkan dari NTT

Statemen Terbaru Jokowi Tentang Operasi Politik

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Neraca Dagang Indonesia Surplus 85,1 Juta Dolar

by Zamzami Ali
September 16, 2019
in EKONOMI

ASPEK.ID, JAKARTA – Setelah bulan lalu mengalami defisit sebesar 60 juta dollar AS, neraca perdagangan Indonesia pada bulan Agustus 2019 mengalami surplus 85,1 juta dollar AS. Angka ini didapat dari realisasi ekspor Agustus sebesar 14,28 miliar dollar AS, sementara realisasi impor pada bulan yang sama mencapai 14,20 miliar dollar AS.

Neraca perdagangan Agustus 2019 itu juga merupakan peningkatan yang cukup drastis dibanding periode yang sama tahun 2018, yang mencapai 1,02 miliar dollar AS.

“Alhamdulillah, neraca dagang kita surplus,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam keterangannya di kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (16/9).

BacaJuga

Menkeu Pastikan Gaji PNS Dibayar Melalui Bank Bukan Kopdes

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

2 Tahun Jadi RI 1, Kekayaan Prabowo Nambah Jadi Rp 2,066 Triliun

BGN Percepat Buka Dapur di Daerah 3T

2 Tahun Prabowo-Gibran Investasi Rp3.923 Triliun Serap 5 Juta Pekerja

Survei SMRC: 50,8% Masyarakat Menilai Ekonomi Sangat Buruk

Ia mengemukakan, ekspor Indonesia pada Agustus 2019 menurun 7,60 persen dibanding Juli 2019, yaitu dari 15.454,2 juta dollas AS menjadi 14.280,3 juta dollar AS. Sementara jika dibanding Agustus 2018, ekspor menurun 9,99 persen.

Penurunan ekspor Agustus 2019 dibanding Juli 2019, menurut Suhariyanto, disebabkan oleh menurunnya ekspor nonmigas 3,20 persen, yaitu dari 13.848,6 juta dollar AS menjadi 13.404,9 juta dollar AS, demikian juga ekspor migas turun 45,48 persen dari 1.605,6 juta dollar AS menjadi 875,4 juta dollar AS.

“Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia periode Januari-Agustus 2019 mencapai 110,07 miliar dollar AS atau turun 8,28 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, demikian juga ekspor kumulatif nonmigas mencapai 101,48 miliar dollar AS atau menurun 6,66 persen,” ungkapnya

Sementara itu nilai impor Indonesia Agustus 2019 mencapai 14,20 miliar dollar AS atau turun 8,53 persen dibanding Juli 2019, demikian pula jika dibandingkan Agustus 2018 turun 15,60 persen.

“Impor non migas Agustus 2019 mencapai 12,56 miliar dollar AS atau turun 8,76 persen dibanding Juli 2019, demikian pula jika dibandingkan Agustus 2018 turun 8,77 persen.  Sementara impor migas Agustus 2019 mencapai 1,63 miliar dollar AS atau turun 6,73 persen dibanding Juli 2019, dan turun 46,47 persen dibandingkan Agustus 2018,” katanya.

Nilai impor kumulatif Januari–Agustus 2019, menurut Suhariyanto, adalah 111.883,4 juta dollar AS atau turun 9,89 persen  (12.283,5 juta dollar AS) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing 5.498,9 juta dollar AS (27,82 persen) dan 6.784,6 juta dolar (6,50 persen).

Lebih lanjut penurunan impor migas disebabkan oleh turunnya impor seluruh komponen migas, yaitu minyak mentah 2.621,3 juta dollar AS (41,98 persen), hasil minyak 2.566,3 juta dollar AS (22,26 persen), dan gas 311,3 juta dollar AS (15,61 persen).

BPS mencatat, selama tiga belas bulan terakhir, nilai impor migas tertinggi tercatat pada Agustus 2018 dengan nilai mencapai 3.045,7 juta dollar AS dan terendah terjadi di Maret 2019, yaitu 1.520,8 juta dollar AS.

Sementara itu, nilai impor nonmigas tertinggi tercatat di Oktober 2018, yaitu 4.750,7 juta dollar AS dan terendah di Juni 2019 dengan nilai 9.782,4 juta dollar AS.

Ditambahkannya, penurunan nilai impor non migas disebabkan oleh turunnya nilai impor beberapa negara utama seperti Tiongkok 358,7 juta dollar AS (8,75 persen), Italia 156,5 juta dollar AS (48,20 persen), dan Jerman 116,5 juta dollar AS (29,90 persen).

Demikian jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, impor Januari–Agustus 2019 dari tiga belas negara utama turun 7,84 persen (6.577,9 juta dollar AS ). Penurunan ini terutama disumbang oleh Jepang 1.488,2 juta dollar AS (12,42 persen), Thailand 1.010,9 juta dollar AS (13,88 persen), dan Singapura 889,6 juta dollar AS (13,37 persen).

“Dari sisi peranan terhadap total impor nonmigas Januari–Agustus 2019, sumbangan tertinggi diberikan oleh kelompok negara ASEAN sebesar 19,54 persen, diikuti oleh Uni Eropa 8,47 persen. Sementara itu, tiga belas negara utama memberikan peranan 79,20 persen, dan Tiongkok masih menjadi negara asal impor terbesar dengan peran 29,17 persen,” pungkasnya.

Komentar
Share13Tweet8SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Aset Keuangan Islam Meningkat 3 Kali Lipat Pasca Krisis Global

Sri Mulyani: APBN Surplus Rp 234 T per April

Menkeu Sri Mulyani Indrawati melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali mencatatkan surplus per April 2023. Besarannya Rp 234,7...

Komitmen Pelindo III Soal Pungli

Ekonomi Neraca RI pada Juli Surplus 27 Bulan

BPS mencatat angka neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2022 mengalami surplus US$4,2 miliar. Surplus ini jauh lebih tinggi dari surplus...

BI: Ekspor Jadi Salah Satu Penopang Ekonomi Kuartal IV/2021

Ekonom: Neraca RI Surplus US$4,3 Miliar pada April

Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual memprediksi neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$4,3 miliar pada...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In