• Latest
  • Trending
BI: Ekspor Jadi Salah Satu Penopang Ekonomi Kuartal IV/2021

Ekonom: Neraca RI Surplus US$4,3 Miliar pada April

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Sore Ini

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

UNDP: 800 Juta Anak Muda Hadapi Masa Depan Tanpa Kerja

WFH ASN Resmi Berlaku, Perjalanan Dinas Dipangkas hingga 70%

Menkeu Pastikan Gaji PNS Dibayar Melalui Bank Bukan Kopdes

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

6 Aktivis Greenpeace Bebas Setelah Diperiksa 12 Jam

Jelang RUPS, Ini Rumor Nama-nama Petinggi PLN

Kerugian Negara Padam Listrik di Batam-Bintan Ditaksir Rp57,3 Miliar

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowo-GIbran: Masalah Ekonomi Picu Ketidakpuasan Publik

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

6 Aktivis Greenpeace Dibawa ke Biddokkes Polda Metro

Prabowo-Gibran Lawan Kelompok Radikal, Sindir Siapa?

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kepercayaan Publik di Angka 64,8 Persen

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

Dari Bendungan hingga Labuan Bajo, Jejak Jokowi yang Sulit Dipisahkan dari NTT

Statemen Terbaru Jokowi Tentang Operasi Politik

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Ekonom: Neraca RI Surplus US$4,3 Miliar pada April

by Aspek
Mei 14, 2022
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, EKONOMI, NEWS
BI: Ekspor Jadi Salah Satu Penopang Ekonomi Kuartal IV/2021

Pelindo Kuala Tanjung. (Foto: Pelindo)

Chief Economist PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual memprediksi neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$4,3 miliar pada April 2022.

“Masih cukup besar, tapi paling turun sedikit karena pelarangan ekspor CPO itu baru [diberlakukan] akhir April 2022 jadi belum ada pengaruhnya. Mungkin di Mei ini akan kelihatan,” kata David, Sabtu (14/5/2022).

BacaJuga

Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Sore Ini

UNDP: 800 Juta Anak Muda Hadapi Masa Depan Tanpa Kerja

Menkeu Pastikan Gaji PNS Dibayar Melalui Bank Bukan Kopdes

6 Aktivis Greenpeace Bebas Setelah Diperiksa 12 Jam

Kerugian Negara Padam Listrik di Batam-Bintan Ditaksir Rp57,3 Miliar

2 Tahun Prabowo-GIbran: Masalah Ekonomi Picu Ketidakpuasan Publik

Pemicu surplus neraca perdagangan pun masih sama seperti bulan sebelumnya, yaitu komoditas batu bara dan CPO. 

David mengatakan, kinerja ekspor diperkirakan tumbuh 36,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sementara impor diperkirakan tumbuh 29,2 persen yoy.

“Pertumbuhan ekspornya cukup bagus. Tapi, impornya juga naik tinggi karena seiring dengan pemulihan mobilitas masyarakat, belanja masyarakat juga meningkat. April  itu kan masa Lebaran ya jadi permintaan barang termasuk barang impor juga tinggi,” jelasnya disadur dari bisnis.

David melihat, konflik Rusia-Ukraina yang terus berlanjut menguntungkan Indonesia dengan harga komoditas yang masih tinggi lantaran dunia mulai bergerak.

“Bedanya dengan waktu tahun 2020, lockdown ketat diterapkan di banyak negara sehingga demand nya lemah, dan ekspor kita juga lemah. Kalau sekarang demandnya lumayan ya, sehingga butuh komoditas andalan kita,” ungkapnya.

David mengimbau agar Indonesia mulai melakukan diversifikasi, baik dari sisi negara maupun produk, Sebab, harga komoditas-komoditas yang melonjak tersebut bisa turun sewaktu-waktu, terutama bila perang antara Rusia-Ukraina mereda.

Komentar
Share23Tweet14SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Kapal Perang Rusia Bersandar di Tanjung Priok, Ada Misi Apa?

Kapal Perang Rusia Bersandar di Tanjung Priok, Ada Misi Apa?

ASPEK.ID, JAKARTA - Tiga kapal Armada Pasifik Rusia bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kedatangan kapal perang tersebut membawa misi...

Media Rusia Papar Agenda Prabowo di Vladivostok

4 Kali Prabowo ke Rusia, ini Alasannya

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan Indonesia tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif dalam membangun...

Kapal Perang Rusia Lepaskan Suar ke Arah Helikopter Denmark di Laut Baltik

Kapal Perang Rusia Lepaskan Suar ke Arah Helikopter Denmark di Laut Baltik

ASPEK.ID - Ketegangan kembali terjadi di kawasan Laut Baltik setelah sebuah kapal perang Rusia melepaskan dua suar ke arah helikopter...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In