• Latest
  • Trending

Protes Trump, Warga China Tinggalkan Apple

WFH ASN Resmi Berlaku, Perjalanan Dinas Dipangkas hingga 70%

Menkeu Pastikan Gaji PNS Dibayar Melalui Bank Bukan Kopdes

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

6 Aktivis Greenpeace Bebas Setelah Diperiksa 12 Jam

Jelang RUPS, Ini Rumor Nama-nama Petinggi PLN

Kerugian Negara Padam Listrik di Batam-Bintan Ditaksir Rp57,3 Miliar

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowo-GIbran: Masalah Ekonomi Picu Ketidakpuasan Publik

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Wapres Gibran Dorong WALUBI Penguatan Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Pemadaman Listrik di Batam

Greenpeace Pasang Spanduk di Bundaran HI Kritik Pemerintah

6 Aktivis Greenpeace Dibawa ke Biddokkes Polda Metro

Prabowo-Gibran Lawan Kelompok Radikal, Sindir Siapa?

2 Tahun Prabowo-Gibran, Kepercayaan Publik di Angka 64,8 Persen

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

Dari Bendungan hingga Labuan Bajo, Jejak Jokowi yang Sulit Dipisahkan dari NTT

Statemen Terbaru Jokowi Tentang Operasi Politik

PPh Perusahaan Turun 19%, Ini Syaratnya

Eks Mendag Sebut Singapura di Balik Jatuh IHSG

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

Menko Airlangga: Banyak yang Tak Suka RI Maju Seperti IMF

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Protes Trump, Warga China Tinggalkan Apple

by Aspek
September 20, 2019
in TEKNOLOGI

ASPEK. ID, CHINA –  Dampak perang dagang telah mengorbankan penjualan Apple Inc di China. Apple merosot ke urutan ke-24 dalam laporan tahunan merek-merek top China dari urutan ke-11 pada tahun lalu. Pada 2017, sebelum perang dagang, Apple peringkat kelima.

Pesaing terbesar Apple, Huawei Technologies Co., merangkak dua peringkat dan mengisi posisi kedua. Alipay, sistem pembayaran China berada di posisi paling atas.

Temuan survei yang dipublikasi oleh Prophet, perusahaan konsultan yang berbasis di San Fransisco, secara umum menunjukkan konsumen China semakin tidak tertarik terhadap beberapa merek Amerika.

BacaJuga

Istana: Kita Semua Kerja Keras Padamkan Karhutla

36 Juta Kerjaan Digantikan AI, Ini 10 Profesi Paling Terdampak

Tips Ganti Nomor HP Tanpa Hilang Chat di WA

Menkomdigi Ingatkan Air dan Energi, Proyek Data Center BDx Disetop

Danantara Bidik Investasi di Sektor Data Center

Indonesia Nomor 1 Militer Terkuat di Asia Tenggara

Terutama setelah CFO raksasa smartphone Huawei, Meng Wanzhou, ditangkap di Kanada tahun lalu atas perintah pemerintah AS.

“Kebijakan Trump atas larangan terhadap produk Huawei, memicu lonjakan dukungan untuk Huawei,” menurut Jay Milliken, mitra senior Prophet di Hong Kong, seperti dikutip melalui Bloomberg, Kamis (19/9/2019).

Survei tahunan Prophet ini diikuti oleh 13.500 konsumer China di kota-kota besar dan membahas soal pandangan mereka terhadap lebih dari 250 merek dagang pada 27 kategori produk. Responden mengevaluasi merek yang mereka gunakan atau sedang menjadi pertimbangan untuk digunakan, kemudian menilai relevansinya berdasarkan nilai kualitas seperti inovasi, kegunaan dan ketergantungan.

“Ada banyak jenis pembelian berdasar nilai nasionalistis dalam kategori itu, karena konsumen China menafsirkan apa yang terjadi pada Huawei sebagai serangan terhadap China,” kata Milliken.

Patriotisme juga membantu mendorong munculnya merek-merek China lainnya. Pembuat pakaian olahraga, Li Ning Co., masuk ke dalam peringkat 40 teratas untuk pertama kalinya, menjadi peringkat ke-34, hanya dua posisi di belakang pemimpin pasar, Nike Inc.

Dinamai setelah pendirinya, seorang pesenam terkenal, Li Ning memanfaatkan sentimen nasionalistis konsumen China dengan peluncuran koleksi Li-Ning China tahun lalu di New York Fashion Week yang banyak menggunakan warna merah dan kuning, warna nasional China.

 

 

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Gencatan Senjata Diperpanjang, Trump Ingin Israel-Lebanon Bertemu di AS

Pidato Trump di Sidang PBB Bilang Terima Kasih ke Indonesia

    ASPEK.ID, AMERIKA -  Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan terima kasih ke Indonesia, saat pidato di Sidang Majelis...

Iran Balas Serangan, Rudal dan Drone Hujani Wilayah Israel

Mayoritas Warga AS Sebut Perang Iran Sia-sia, Kepuasan ke Trump Anjlok

Washington - Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan, mayoritas masyarakat Amerika Serikat (AS) menilai perang dengan Iran tidak sepadan untuk dilanjutkan....

Hingga 2024, Volume Dagang RI-AS Capai USD 60 Miliar

AS Patok Tarif RI 10%, Purbaya ini Kabar Bagus

Jakarta  - Amerika Serikat (AS) mematok tarif baru ke Indonesia sebesar 10% mulai Jumat. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In