• Latest
  • Trending
Pertamina Masuk Bisnis Baterai Mobil Listrik

Agustus 2021, Pabrik Baterai Mobil Listrik Dibangun di Jabar

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

NASA Beri Peringatan Khusus Karthula di Ri

Bank Emas Mau Berdiri, Ini Analisa Pengamat

Warga Dunia Simpan Emas di Singapura Sebanyak 800 Ton

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Anggota VI BPK RI Fathan Subchi Wafat dalam Usia 56 Tahun

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Alasan Investor Global Lirik RI

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: 10 Orang Kaya, 1 Muslim

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Agustus 2021, Pabrik Baterai Mobil Listrik Dibangun di Jabar

by Aspek
Mei 23, 2021
in EKONOMI, TEKNOLOGI
Pertamina Masuk Bisnis Baterai Mobil Listrik

Ilustrasi.

ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia dibangun di Jawa Barat pada Agustus 2021.

“Sebentar lagi, Agustus pembangunan [pabrik] 10 giga pertama untuk baterai mobil [listrik] di Jawa Barat. Kita bikin lagi juga di Jawa Tengah,” kata Bahlil ketika memberikan kuliah umum yang disiarkan melalui Youtube Universitas Citra Bangsa, Sabtu (22/5/2021).

Bahlil tidak merinci investasi perusahaan mana yang dikerahkan di Jawa Barat. Namun ia mengatakan investasi pabrik baterai kendaraan listrik yang sedang berjalan berasal dari perusahaan LG sebesar US$9,8 miliar dan Contemporary Amperex Technology Co (CATL) sebesar US$5,2 miliar.

BacaJuga

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Di Harvard University, JK Sebut Empat Tekanan Ekonomi RI

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

Prabowo: Filosofi Ekonomi Indonesia Sudah Melenceng dari UUD 1945

Survei Kadin: Minat Pengusaha Berinvestasi Semakin Melemah

Menko Airlangga Bantah Rencana Pemerintah Bagikan HP Gratis ke Warga

Bahlil menyatakan pembangunan pabrik ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah melarang ekspor nikel sejak 2019 lalu. Ia mengaku kala itu ia banyak diprotes karena kebijakan tersebut.

“Semua orang demo, saya bilang nggak apa-apa mau didemo. Satu setengah bulan saya dihajar. Tapi kalau bukan sekarang kita selesaikan, kapan lagi? Dan apa yang terjadi? Hari ini Indonesia akan jadi satu negara terbesar dalam menyiapkan kepada negara di dunia untuk kontribusi pabrik baterai untuk mobil listrik,” pungkasnya.

Baca juga BKPM: China Bangun Pabrik Baterai Senilai Rp 72 T

Bahlil mencontohkan sumber daya kayu, emas dan batu bara yang terus dikeruk dari alam Indonesia, namun hanya habis dijajakan secara mentah ke luar negeri tanpa memberikan nilai tambah.

“Ikan juga kita paling banyak. Tapi kita sudah kalah saing membangun industri ikan dengan Vietnam dan Thailand. Kenapa? Karena kita tidak pernah memikirkan hilirisasi,” katanya.

Bahlil menuturkan, pemerintah kini berupaya melakukan transformasi ekonomi yang memberikan nilai tambah kepada negara. Yakni salah satunya dengan melarang ekspor dan mendorong hilirisasi sumber daya alam.

Komentar
Share35Tweet22SendShareShare6Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Pembebasan Tagihan dan Diskon Listrik Bertahap Mulai Hari Ini

Bahlil: 2030 Seluruh Desa di RI ada Listrik

ASPEK.ID, KARAWANG- Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan...

13 Desa di Aceh Belum Teraliri Listrik

Bahlil Ungkap 11 Ribu Desa di RI Belum Teraliri Listrik

ASPEK.ID,JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sekitar 11.000 desa di Indonesia masih belum mendapatkan...

RI Harus Waspadai Jebakan Gasifikasi Batu Bara

Bahlil: RI Pasok 43% Batu Bara Dunia, Namun Asing Tentukan Harga

ASPEK.ID JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mrnyebutkan bahwa posisi Indonesia menguasai 43% pasokan batu...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In