• Latest
  • Trending

Trenggono Optimis Indonesia Kuasai Pasar Udang Dunia

Target 200 Juta Penduduk Punya Buku Bank,  Usia 17 Tahun Otomatis Punya Rekening dan Saldo Rp50 Ribu

Airlangga: 74 Juta WNI Tidak Punya Rekening Bank

Bukaka Pasok 56 Garbarata ke Changi Airport

Bukaka Pasok 56 Garbarata ke Changi Airport

SIG Terapkan Teknik Reklamasi Sistem Baru

Prabowo Mau Bikin Lembaga Baru yang Urus Agraria

Pertamina Goes to Campus Umumkan Para Pemenang

Pertamina Goes to Campus Umumkan Para Pemenang

Kemenhan-TNI Siapkan Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

Italia Resmi Serahkan Kapal Induk Garibaldi ke RI, Kini Namanya KRI Sriwijaya-100

Komdigi Beberkan Penyebab Kebocoran Data dan Serangan Siber di RI

Kerugian Akibat Serangan Siber di Indonesia Tembus Rp 111 Triliun

13 Napi Lapas Narkotika Jakarta Dapat Kesempatan Kuliah S1 Teologi

Ombudsman Temukan Fasilitas Mirip Apartemen di Lapas Cibinong

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Harga Emas Antam Melemah Lagi, Simak Daftar Lengkapnya!

Daratan Baru 30,3 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau

Daratan Baru 30,3 Hektare Muncul di Dekat Gunung Anak Krakatau

Marselino Ferdinan Buka Babak Baru bersama Persija

Marselino Ferdinan Buka Babak Baru bersama Persija

RNI Ajak Milenial Jadi Petani Tebu

Petani Tebu Kesal,  RI Buka Impor Gula 150.000 Ton

Terminal Teluk Lamong, Pelabuhan Modern dan Ramah Lingkungan Pertama di Indonesia

RI Mau Turunkan Biaya Logistik Dari 14% ke 10% PDB

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, September 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Trenggono Optimis Indonesia Kuasai Pasar Udang Dunia

by Zamzami Ali
Juni 14, 2021
in EKONOMI

ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong penuh program peningkatan ekspor udang nasional. Hal itu Menteri Trenggono sampaikan dalam paparannya sebagai keynote speaker pada acara Shrimp Talks: Support the Target of 250% Increase in Shrimp Export Value dalam rangka Dies Natalis Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran ke-16 di Universitas Padjadjaran, Bandung, Senin (14/6).

“Udang merupakan komoditas perikanan yang paling banyak diminati pasar global. Dalam kurun waktu 2015-2019 udang merupakan permintaan pasar nomor dua setelah salmon. Indonesia sendiri selama kurun waktu tahun 2015-2020 berkontribusi terhadap pemenuhan pasar udang dunia rata-rata sebesar 6,9%. Potensi pasar ini harus kita garap, khususnya pasar yang memberikan nilai tinggi terhadap udang produksi Indonesia, agar Indonesia mampu menguasai pasar udang dunia,” ucap Menteri Trenggono.

Untuk mendukung hal tersebut bisa tercapai, Menteri Trenggono memaparkan beberapa program yang telah disiapkan oleh KKP untuk meningkatkan produksi dan ekspor udang nasional, yaitu revitalisasi tambak dengan membangun infrastruktur atau sarana dan prasarana sebagai percontohan kawasan udang bagi masyarakat, penyederhanaan perizinan usaha tambak udang, serta pembangunan Model Shrimp Estate untuk budidaya udang dari hulu ke hilir.

BacaJuga

Petani Tebu Kesal,  RI Buka Impor Gula 150.000 Ton

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75% di Tengah Tekanan Rupiah

Suahasil: Ekonomi RI Tetap Tangguh Di Tengah Geopolitik Bergejolak

Harga Emas Antam Menguat Tipis Hari Ini

Amran: Impor Pangan Ilegal Rugikan 115 Juta Petani

Bitcoin Tembus Rp 1,53 Miliar, Cetak Harga Tertinggi Sejak Januari

Untuk Shrimp Estate sendiri merupakan budidaya udang berskala memadai yang mana proses budidayanya dari hulu hingga hilir berada dalam satu kawasan dengan proses produksi berteknologi agar hasil panen lebih optimal, mencegah penyakit, serta lebih ramah lingkungan agar prinsip budidaya berkelanjutan tetap terjaga.

Namun dalam implementasinya, Menteri Trenggono menjelaskan beberapa tantangan pada subsektor perikanan budidaya, salah satunya adalah pakan yang merupakan komponen biaya produksi terbesar.

Untuk itu, kerja sama antara pemerintah dengan produsen pakan nasional harus berjalan beriringan untuk mencapai biaya komponen pakan yang lebih efisien. Dia pun berharap kepada para peneliti agar dapat terus melakukan pengembangan dalam inovasi pakan di Indonesia.

“Selanjutnya saya mengimbau kepada para peneliti, khususnya di perguruan tinggi untuk selalu melakukan inovasi dan riset dalam rangka mengurangi ketergantungan bahan baku impor dan bahan baku yang berasal dari penangkapan,” ucap Menteri Trenggono.

Nilai ekspor udang nasional pada tahun 2019 sendiri menempatkan Indonesia di urutan kelima eksportir udang dunia, di bawah India, Ekuador, Vietnam dan Tiongkok, dengan market share sebesar 7,1%.

Dimana dari angka tersebut dengan total volume produksi udang sebesar 239.227 ton nilai ekspor udang Indonesia sebesar USD2,04 miliar. Hasil inilah yang akan terus ditingkatkan oleh KKP ke depannya.

Namun demikian, Menteri Trenggono juga mengingatkan bahwa pengelolaan produksi dari budidaya udang harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan menerapkan prinsip berkelanjutan.

“Kebijakan KKP dalam pemanfaatan sumber daya tidak hanya mengeksploitasi sebesar-besarnya untuk kepentingan ekonomi, namun harus memperhatikan lingkungan dan keberlanjutan, sehingga pembangunan kelautan dan perikanan di masa depan dapat menyeimbangkan antara ekologi dan ekonomi sesuai dengan arah masa depan ekonomi dunia, yaitu menuju ekonomi biru,” ucap Menteri Trenggono.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Rektor Universitas Padjadjaran, Rina Indiastuti dan juga Menteri Kelautan dan Perikanan tahun 2001-2004 Rokhmin Dahuri sekaligus Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia tersebut, Menteri Trenggono juga menyampaikan 3 program terobosan KKP berbasis keberlanjutan selama 3 tahun ke depan.

“Saya akan selalu sampaikan 3 program prioritas KKP untuk 3 tahun ke depan, yaitu Peningkatan PNBP dari Sumber Daya Alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan, pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan, serta pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau, dan laut berbasis kearifan lokal,” tutupnya.

Komentar
Share14Tweet9SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

KKP Tangkap 6 Kapal Ikan Ilegal Vietnam di Natuna

KKP Tangkap 92 Kapal Illegal Fishing Selamatkan Kerugian Rp 760 Miliar

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap 92 kapal pelaku illegal fishing sepanjang 2026. Dari penindakan tersebut, pemerintah mengklaim...

Detik-detik Menteri Sakti Trenggono Pingsan di Tengah Upacara Duka

Detik-detik Menteri Sakti Trenggono Pingsan di Tengah Upacara Duka

ASPEK.ID, JAKARTA - Suasana duka mendalam menyelimuti upacara persemayaman dan pemberangkatan tiga jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Politeknik...

Perinus Ekspor Perdana 50 Ton Cakalang ke Jepang

Strategi KKP Tingkatkan Kualitas & Jangkauan Pasar Tuna Indonesia

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan peringatan Hari Tuna Sedunia sebagai momentum meningkatkan kualitas dan jangkauan pasar komoditas perikanan tersebut....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In