• Latest
  • Trending
Danantara Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Sentuh Independensi Regulator

Danantara Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Sentuh Independensi Regulator

Elektabilitas PDIP dan Gerindra Turun Tajam

Pilih Jadi Komisaris Bank NTB, PDIP Pecat Kadernya

Dirut Pertamina Tinjau Langsung Distribusi BBM di Bali

Dirut Pertamina Tinjau Langsung Distribusi BBM di Bali

Sekjen PBB ke Jakarta, Ada Pengalihan Jalan

Sekjen PBB Akan Bertemu Prabowo

Gerindra Tetapkan 6 Cagub dari Aceh ke Maluku

Pengamat: Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Pemprov DKI Antisipasi Asap Karhutla

Pemprov DKI Antisipasi Asap Karhutla

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

Asap Karhutla Berdampak ke 29 Bandara, 2.458 Penerbangan Dibatalkan dan Terlambat

Di China, Pemilik TK Dihukum Seumur Hidup  karena Ratusan Murid Keracunan Makanan

Di China, Pemilik TK Dihukum Seumur Hidup  karena Ratusan Murid Keracunan Makanan

Survei SMRC: 50,8% Masyarakat Menilai Ekonomi Sangat Buruk

Dua Petani Perempuan dari Aceh dan Banten Meraih 100 Women Heroes FAO 2026 di Roma

Dua Petani Perempuan dari Aceh dan Banten Meraih 100 Women Heroes FAO 2026 di Roma

H+1 Idul Fitri, Bandara Kualanamu Cuma Layani 23 Penumpang

Ban Pesawat Citilink Pecah di Bandara Halim

Persis Solo Gelar TC di Garudayaksa Training Centre, Siap Uji Kekuatan dengan Tim Liga 1

Persis Solo Pecat Ricky Nelson

Sekjen PBB ke Jakarta, Ada Pengalihan Jalan

Sekjen PBB ke Jakarta, Ada Pengalihan Jalan

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Danantara Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Sentuh Independensi Regulator

by Muhammad Fadhil
Februari 2, 2026
in BERITA TERBARU, BUMN, NEWS
Danantara Tegaskan Demutualisasi BEI Tak Sentuh Independensi Regulator

Chief Invesment Officer Danantara Pandu Patria Sjahrir. Foto: Joanito De Saojoao

JAKARTA, ASPEK.ID – Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menegaskan rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak akan mengganggu independensi regulator maupun menciptakan konflik kepentingan, meskipun Danantara berpotensi menjadi salah satu pemegang saham setelah BEI bertransformasi menjadi perusahaan berorientasi laba.

Menurut Pandu, praktik global menunjukkan bahwa perubahan struktur bursa dari mutual menjadi for-profit company tidak mengalihkan kewenangan pengaturan pasar kepada pemegang saham. Fungsi regulasi tetap sepenuhnya berada di tangan otoritas negara.

“Bagaimana menjaga konflik kepentingan? Pemegang saham hanya sebagai shareholder. Yang membuat aturan adalah regulator. Di Hong Kong ada SFC, di Singapura ada financial services authority, dan di Indonesia OJK. Pemegang saham fokus pada profit perusahaan, bukan regulasi,” ujar Pandu, Senin (2/2).

BacaJuga

Pilih Jadi Komisaris Bank NTB, PDIP Pecat Kadernya

Dirut Pertamina Tinjau Langsung Distribusi BBM di Bali

Sekjen PBB Akan Bertemu Prabowo

Pengamat: Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Pemprov DKI Antisipasi Asap Karhutla

Asap Karhutla Berdampak ke 29 Bandara, 2.458 Penerbangan Dibatalkan dan Terlambat

Ia menjelaskan demutualisasi bukan hal baru di industri pasar modal global. Bursa-bursa besar seperti Hong Kong Stock Exchange, Singapore Exchange, Bursa Malaysia, hingga bursa di India telah lebih dulu menjalani proses serupa dan tetap beroperasi secara independen.

Dalam praktik tersebut, masuknya sovereign wealth fund (SWF) sebagai investor juga dinilai lazim. Namun, Pandu menekankan bahwa kepemilikan biasanya berasal dari SWF domestik, bukan asing.

“Bukan SWF asing yang masuk. Di setiap pasar modal biasanya SWF negara itu sendiri yang menjadi pemegang saham. Indonesia pun idealnya sama,” katanya.

Pandu menambahkan, kepemilikan saham pada kisaran 20–25 persen umum terjadi dalam proses demutualisasi. Bahkan, di banyak yurisdiksi, pemegang saham dengan porsi di atas 5 persen wajib mendapatkan persetujuan regulator, sebagaimana diterapkan di Hong Kong.

Ia menilai keberhasilan demutualisasi BEI akan sangat ditentukan oleh kualitas regulasi turunan dan pelaksanaannya di lapangan.

“PP-nya penting, eksekusinya jauh lebih penting. Dari sisi positif dan negatifnya, demutualisasi sudah terbukti memberi banyak manfaat bagi pendalaman pasar,” ujarnya.

Pandu juga menyinggung pentingnya penerapan business judgment rule dan cut loss provision yang tengah disiapkan pemerintah untuk memberikan kepastian hukum, khususnya bagi dana pensiun dan manajer investasi.

Menanggapi spekulasi bahwa Danantara berperan sebagai market maker setelah meningkatkan aktivitas investasi pada akhir Desember 2025 hingga saat IHSG terkoreksi, Pandu membantah tegas anggapan tersebut.

“Kami hanya beli saham yang punya fundamental baik, valuasi menarik, dan likuiditas bagus. Itu saja. Tidak ada peran market maker,” tegasnya.

Ia memastikan seluruh aktivitas investasi Danantara dilakukan melalui manajer investasi yang ditunjuk dan berjalan sesuai dengan tata kelola pasar modal.

Pandu menegaskan Danantara tetap memprioritaskan pasar domestik dalam alokasi investasinya, baik pada instrumen saham maupun obligasi.

“Sebagian akan ada di pasar modal, baik obligasi maupun saham. Kami tetap berpihak kepada pasar Indonesia,” katanya.

Terkait potensi pembagian dividen setelah BEI berstatus perusahaan terbuka, Pandu menyebut mekanismenya akan berjalan normal dan proporsional.

“Kalau dividen ya dividen saja. Itu kepada semua pemegang saham. Nanti perusahaan akan menyeimbangkan kebutuhan pertumbuhan dan kebijakan dividen,” ujarnya.

Sementara soal kemungkinan pembentukan holding baru serta estimasi valuasi perusahaan, Pandu menegaskan seluruh proses masih menunggu arahan regulator.

Ia juga meluruskan pernyataannya terkait istilah “saham gorengan” yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurutnya, istilah tersebut lebih menggambarkan kondisi valuasi ekstrem yang menjadi perhatian investor global.

“MSCI menyebutnya uninvestability. Banyak valuasi yang price to earnings bisa sampai ribuan kali. Itu masukan dari investor asing. Tetapi saya selalu bilang: don’t hate the player, hate the game. Yang perlu dibenahi adalah sistemnya,” kata Pandu. []

Komentar
Share19Tweet12SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Elektabilitas PDIP dan Gerindra Turun Tajam

Pilih Jadi Komisaris Bank NTB, PDIP Pecat Kadernya

  ASPEK.ID, NTB- PDI Perjuangan Nusa Tenggara Barat resmi memecat mantan Bupati Sumbawa Barat H.W. Musyafirin dari keanggotaan partai setelah...

Dirut Pertamina Tinjau Langsung Distribusi BBM di Bali

Dirut Pertamina Tinjau Langsung Distribusi BBM di Bali

ASPEK.ID, BALI- Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, kembali turun langsung meninjau penanganan distribusi BBM di lapangan bersama Gubernur Bali,...

Sekjen PBB ke Jakarta, Ada Pengalihan Jalan

Sekjen PBB Akan Bertemu Prabowo

  ASPEK.ID, JAKARTA - Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In