ASPEK.ID, BEKASI – Proses evakuasi korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur telah selesai dilakukan. Basarnas memastikan seluruh korban yang dievakuasi berjenis kelamin perempuan.
“100 persen yang kita evakuasi (korban) perempuan,” kata Kabasarnas Mayjen M Syafii kepada wartawan di lokasi, Selasa (28/4).
Syafii menjelaskan operasi SAR dinyatakan rampung pada pukul 08.00 WIB. Seluruh personel yang terlibat juga telah dikembalikan ke satuan masing-masing.
“Alhamdulillah atas kerja sama semua unsur, operasi SAR bisa kita laksanakan sesuai dengan yang kita harapkan, dan tadi pagi dengan pukul 08.00 sudah selesai. Seluruh tim SAR kita nyatakan, kita kembalikan ke home base masing-masing,” ujarnya.
Meski begitu, Basarnas tetap mengantisipasi kemungkinan ditemukannya bagian tubuh korban saat proses pembersihan bangkai kereta berlangsung.
“Saya sampaikan bahwa, saya pastikan sudah tidak ada korban yang kita temukan. Namun dalam proses pembersihan bangkai kereta, andai saja diketemukan sekecil apapun bodypart dari tubuh, tentunya kita akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur, dan itu memang harus kita lakukan,” ujarnya.
Diketahui, kecelakaan terjadi pada Senin (27/4) malam. Insiden ini mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa bermula saat KRL dalam kondisi berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Kereta tersebut tertahan karena adanya gangguan di jalur, setelah sebelumnya KRL lain tertemper kendaraan di perlintasan.
Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek melaju dan menabrak bagian belakang rangkaian KRL. Benturan keras menyebabkan gerbong khusus wanita mengalami kerusakan parah setelah tertembus badan kereta dari arah belakang. []






















