JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membukukan penurunan kinerja keuangan pada semester I-2026. Di tengah pendapatan yang relatif stagnan, perusahaan menghadapi kenaikan biaya operasional yang berdampak pada penyusutan laba bersih dan arus kas dari aktivitas operasi.
Dikutip dari IDX Channel, berdasarkan laporan keuangan semester I-2026 yang belum diaudit (unaudited), pendapatan IPCC tercatat sebesar Rp413,5 miliar, turun sekitar 0,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp415,5 miliar.
Kontributor utama pendapatan, yakni segmen pelayanan jasa terminal, mengalami penurunan sekitar 5 persen menjadi Rp376,3 miliar. Pelemahan tersebut sebagian tertutup oleh lonjakan pendapatan dari pelayanan jasa barang yang meningkat hampir empat kali lipat menjadi Rp32,9 miliar. Sementara itu, pendapatan dari segmen rupa-rupa usaha justru turun signifikan menjadi Rp3,8 miliar.
Di sisi biaya, beban pokok pendapatan meningkat 2,8 persen menjadi Rp253,4 miliar, meskipun pendapatan perusahaan mengalami penurunan. Salah satu faktor utama berasal dari kenaikan beban tenaga kerja alih daya yang naik dari Rp30,6 miliar menjadi Rp35,8 miliar.
Sementara itu, beban umum dan administrasi tercatat relatif stabil dengan kecenderungan menurun menjadi Rp36,5 miliar. Di sisi lain, pendapatan keuangan juga mengalami penurunan sekitar 22 persen menjadi Rp22,5 miliar.
Kondisi tersebut berdampak pada profitabilitas perusahaan. Laba kotor IPCC turun 5,6 persen menjadi Rp160 miliar, sedangkan laba usaha terkoreksi 1,6 persen menjadi Rp124,5 miliar.
Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp103,3 miliar, atau turun 9,3 persen dibandingkan semester I-2025. Penurunan ini juga tercermin pada kinerja kuartal II-2026, di mana laba bersih menyusut 20,6 persen secara tahunan dan 5,6 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Laba bersih per saham berada di level Rp56,8.
Selain laba, arus kas perusahaan juga mengalami tekanan. Arus kas dari aktivitas operasi turun 33 persen menjadi Rp112,7 miliar, sejalan dengan menurunnya penerimaan kas dari pelanggan sebesar 5,2 persen menjadi Rp400,6 miliar, serta meningkatnya pembayaran kepada pemasok dan karyawan.
Meski demikian, Perusahaan berhasil membukukan kenaikan kas sebesar Rp28,7 miliar sepanjang semester pertama tahun ini, meski telah mengeluarkan pembayaran dividen senilai Rp47,1 miliar dan pembayaran sewa sebesar Rp35,6 miliar.
Hingga 30 Juni 2026, posisi kas dan setara kas IPCC tercatat mencapai Rp1,1 triliun.






















