Jakarta – Volkswagen (VW) berencana efisiensi dengan memangkas 100.000 tenaga kerja demi menghadapi gempuran produsen mobil asal China yang semakin agresif memasuki pasar Eropa. Rencana tersebut disampaikan seusai laba perusahaan turun pada kuartal II 2026 dan prospek bisnis semakin tertekan.
CEO Volkswagen Oliver Blume mengatakan, persaingan di industri otomotif kini semakin berat, terutama akibat membanjirnya merek-merek mobil asal China ke pasar global, termasuk Eropa.
“Saat melihat ke depan, kami menghadapi semakin banyak risiko. Di China saja ada lebih dari 150 kompetitor, dan mereka kini mulai masuk ke pasar Eropa,” kata Blume, dikutip dari Reuters, Senin (27/7/2026).
Selain tekanan dari produsen China, Volkswagen juga menghadapi tantangan berupa tarif perdagangan, melemahnya permintaan di China, serta kebutuhan restrukturisasi bisnis agar tetap kompetitif.
Sebagai bagian dari langkah efisiensi, Blume mengusulkan penggandaan target pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sebelumnya disepakati menjadi sekitar 100.000 karyawan. Ia juga mengungkapkan empat pabrik Volkswagen di Jerman berpotensi ditutup setelah 2030.
Rencana restrukturisasi tersebut belum mendapat persetujuan penuh dari dewan pengawas perusahaan. Volkswagen diperkirakan masih harus menjalani negosiasi panjang dengan serikat pekerja yang memiliki pengaruh besar.























