• Latest
  • Trending
Petinju Prichard Colon Meninggal Usai 11 Tahun Alami Cedera Otak

Petinju Prichard Colon Meninggal Usai 11 Tahun Alami Cedera Otak

Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komut Mandiri, Chatib Basri Wakomut

Intip Laba Bank Himbara Tertinggi Hingga Agustus 2026

Jokowi Beri Sinyal Duetkan Prabowo dan Erick Thohir

Jokowi Nonton Langsung Final Indonesia Vs Thailand Malam Ini

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Periksa Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai

IRT Pinjam Rp5 Juta Bayar Rp200 Juta

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 106,9 T, Kredit Macet 4,73%

Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026, Tumbang Tipis dari Bulgaria

Head to Head Indonesia Vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jadi Wamentan, Saleh Mustafa Ajukan Mundur dari Wakasad

Jadi Wamentan, Saleh Mustafa Ajukan Mundur dari Wakasad

Kawasan  Candi Borobudur Jadi Percontohan BLK Komunitas

Stupa Candi Borobudur Masih Dipugar

Kereta Api Ganti Logo dan Visi

Ketua Serikat Pekerja Jadi Komisaris KAI

The Atjeh Connection Buka Cabang ke-10 di Serpong, Perluas Diplomasi Budaya Aceh dari Indonesia ke Dunia

The Atjeh Connection Buka Cabang ke-10 di Serpong, Perluas Diplomasi Budaya Aceh dari Indonesia ke Dunia

Gibran Di-bully di Medsos,  Jangan Apatis

MDIS Tegaskan Gibran Mahasiswa Penuh Waktu, Tempuh Pendidikan hingga S1

Pertamina Lepas 120 Pengendara dari Jakarta ke Pertamina Mandalika International Circuit

Pertamina Lepas 120 Pengendara dari Jakarta ke Pertamina Mandalika International Circuit

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Emas Antam Naik Lagi Setelah Sempat Melemah

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Petinju Prichard Colon Meninggal Usai 11 Tahun Alami Cedera Otak

by Muhammad Fadhil
Agustus 14, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS, SPORT
Petinju Prichard Colon Meninggal Usai 11 Tahun Alami Cedera Otak

Foto: Getty Images/Patrick Smith

ASPEK.ID, JAKARTA – Dunia tinju kembali berduka. Mantan petinju Puerto Rico, Prichard Colón, meninggal dunia pada usia 33 tahun setelah hampir 11 tahun hidup dengan dampak cedera otak parah yang dialaminya dalam pertarungan pada 2015.

Kabar duka tersebut disampaikan ayahnya, Richard Colón, melalui Facebook pada Kamis (13/8/2026). Hingga kini, penyebab spesifik kematian Prichard belum diumumkan.

“Selamat pagi, sahabat semua. Dengan berat hati saya memberitahukan kepergian putra saya, Prichard, dari dunia ini. Sekarang dia berada di dunia yang lebih baik,” tulis Richard dalam unggahannya yang dikutip pada Jumat (14/8/2026).

BacaJuga

Intip Laba Bank Himbara Tertinggi Hingga Agustus 2026

Jokowi Nonton Langsung Final Indonesia Vs Thailand Malam Ini

KPK Periksa Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp 106,9 T, Kredit Macet 4,73%

Head to Head Indonesia Vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jadi Wamentan, Saleh Mustafa Ajukan Mundur dari Wakasad

Richard juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang selama bertahun-tahun memberikan cinta, dukungan, dan doa untuk putranya.

Prichard Colón sebelumnya dikenal sebagai salah satu petinju muda Puerto Rico yang memiliki prospek cerah. Sebelum pertarungan terakhirnya, dia memiliki rekor sempurna dengan 16 kemenangan tanpa kekalahan, termasuk 13 kemenangan melalui knockout (KO).

Namun, kariernya berubah drastis setelah menghadapi Terrel Williams di EagleBank Arena, Fairfax, Virginia, pada Oktober 2015.

Cedera Parah di Pertarungan Terakhir

Pertarungan melawan Williams menjadi laga terakhir dalam karier Colón. Dalam pertandingan tersebut, Colón beberapa kali menerima pukulan di bagian belakang kepala.

Williams bahkan mendapat pengurangan satu poin pada ronde ketujuh setelah dinilai melakukan *rabbit punch*, yakni pukulan ilegal ke bagian belakang kepala lawan.

Memasuki ronde kesembilan, Colón terjatuh. Pertandingan kemudian berakhir dengan kemenangan diskualifikasi untuk Williams setelah terjadi kesalahpahaman di sudut Colón.

Kondisi Colón memburuk setelah meninggalkan ring. Dia muntah dan kemudian ambruk di ruang ganti. Colón langsung dilarikan ke rumah sakit.

Dokter menemukan adanya hematoma subdural atau pendarahan di sekitar otak. Dia kemudian menjalani operasi darurat untuk mengurangi tekanan pada otaknya.

Colón setelah itu mengalami koma selama 221 hari.

Ketika akhirnya sadar, kondisi neurologisnya telah mengalami kerusakan berat. Dia tidak lagi mampu berjalan dan berbicara seperti sebelumnya serta membutuhkan perawatan dan pendampingan selama 24 jam.

Cedera tersebut sekaligus mengakhiri karier profesionalnya. Kekalahan dari Williams menjadi kekalahan pertama Colón sehingga rekor profesionalnya berubah menjadi 16 kemenangan dan satu kekalahan.

11 Tahun dalam Perawatan Keluarga

Selama bertahun-tahun setelah insiden tersebut, keluarga Colón terus mendampinginya dan memberikan dukungan dalam proses pemulihan.

Pada 2023, hampir delapan tahun setelah pertarungan yang mengubah hidupnya, Colón masih menjalani perawatan dengan dukungan penuh dari keluarganya.

Kini, perjuangan panjang tersebut telah berakhir. Colón meninggal dunia pada usia 33 tahun setelah hampir 11 tahun hidup dengan dampak cedera otak yang dialaminya di atas ring.

Dunia Tinju Beri Penghormatan

Kepergian Colón mendapat perhatian dan penghormatan dari sejumlah organisasi tinju dunia.

Presiden World Boxing Organization (WBO) Gustavo Olivieri mengenang Colón sebagai sosok yang memiliki keberanian, ketekunan, dan semangat juang luar biasa.

“Kehidupan Prichard ditandai oleh keberanian, ketekunan, dan semangat juang yang luar biasa,” kata Olivieri.

Menurutnya, kisah Colón tidak hanya menjadi bagian dari sejarah di atas ring, tetapi juga menyentuh komunitas tinju yang selama bertahun-tahun memberikan dukungan kepadanya.

World Boxing Council (WBC) turut mengenang Colón sebagai seorang pejuang sejati yang kekuatan, keberanian, dan semangat juangnya menginspirasi banyak orang di dunia.

Sementara itu, World Boxing Association (WBA) menyebut Colón sebagai “pejuang sejati dalam segala arti”.

WBA menilai perjalanan hidup Colón meninggalkan pelajaran mengenai ketangguhan dan perjuangan dalam olahraga.

Prichard Colón pergi di usia 33 tahun. Kariernya memang terhenti pada usia muda, tetapi perjuangannya selama hampir 11 tahun setelah tragedi di atas ring meninggalkan kisah yang dikenang dunia tinju. []

Komentar
Share20Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

No Content Available
Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In