ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah belum membuka bantuan dari negara asing dalam menangani dampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prasetyo mengatakan pemerintah masih mampu menangani kebutuhan masyarakat terdampak gempa, mulai dari logistik hingga pengungsian. Pemerintah juga terus memantau kondisi di lapangan setiap hari.
“Belum (membuka bantuan negara lain) ya. Nanti kita lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan lakukan setiap hari memonitor teman-teman di lapangan, semua masih bisa kita tangani dengan baik, baik kebutuhan logistik, apa pengungsian,” kata Prasetyo di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
Selain itu, Pras menambahkan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan dan mengidentifikasi kebutuhan untuk penanganan lebih lanjut, termasuk rencana pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang terdampak.
“Bahkan rencana-rencana untuk perbaikan baik huntara maupun huntap itu pun sudah dalam proses diidentifikasi,” tutupnya.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan anggaran untuk penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) siap disalurkan. Saat ini, Kemenkeu masih menunggu rincian kebutuhan anggaran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan BNPB telah mengirimkan surat permintaan anggaran penanganan bencana. Namun, surat tersebut baru diterima sehingga Kemenkeu belum mengetahui secara detail jumlah dana yang dibutuhkan.
“Belum, kita belum lihat detailnya. (BNPB) baru mengirim (surat) kemarin sore, suratnya baru masuk hari ini,” kata Purbaya, Senin (17/8/2026).















