ASPEK. ID, KUPANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengaktifkan Media Center resmi guna menyajikan pembaruan data penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) secara transparan dan terintegrasi.
Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengatakan pengoperasian Media Center tersebut ditujukan untuk memberikan informasi terkini secara berkala, sekaligus meredam simpang siur berita disinformasi di tengah masyarakat.
“Mulai hari ini setiap sore jam 17.00 WITA, Media Center mulai beroperasi memberikan informasi day-to-day. Apa yang sering terjadi terkait simpang siur informasi di lapangan bisa kita minimalkan dengan memberikan informasi resmi setiap sore,” kata dia.
Kecepatan dan ketepatan informasi ini menjadi salah satu prioritas yang dibahas dalam rapat koordinasi bersama seluruh jajaran Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda) di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT.
BNPB berharap keberadaan saluran informasi resmi ini dapat membantu insan pers dan masyarakat dalam memperoleh data yang akurat, terverifikasi, serta dapat dipertanggungjawabkan selama masa tanggap darurat berlangsung.
Kepala BNPB juga akan mengomandoi langsung Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere.
Adapun pembagian dua titik wilayah operasi ini dirancang untuk menjangkau seluruh kabupaten terdampak di Flores bagian barat dan timur secara cepat, presisi, serta merata.
“Kami membentuk Posko Nasional Pendampingan Provinsi yang pertama pusatnya di sini, di Labuan Bajo. Kemudian karena luas wilayah, kami juga membuka posko di Maumere untuk melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada,” paparnya.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8), memaksa lebih dari 5.000 jiwa mengungsi. Bencana ini turut menelan 47 korban jiwa dan memicu kerusakan bangunan yang sangat masif.












