ASPEK.ID, SEMARANG – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 di Kota Semarang menghadirkan banyak kisah menarik. Salah satunya datang dari dua saudara kandung asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, yang sama-sama tampil sebagai peserta di ajang bergengsi tersebut.
Mereka adalah Zumrotul Luthfiyyah dan Durrotul Muqoffa. Kakak beradik yang akrab disapa Fia dan Ofa itu tergabung dalam kafilah Jawa Tengah dan berlaga di cabang tafsir dengan kategori berbeda.
Fia mengikuti cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris putri, sedangkan Ofa tampil di cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia putri.
Keduanya merupakan putri dari KH Sulaiman dan Ny. Hj. Mundasah, pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Furqon di Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. Sejak kecil, mereka dibimbing langsung oleh kedua orang tuanya untuk menghafal Al-Qur’an.
Sang ibu, Ny. Hj. Mundasah, mengenang proses menghafal Al-Qur’an anak-anaknya dimulai sejak usia dini dengan pendampingan yang intensif.
“Bahkan sering kali Ofa menghafal Al-Qur’an di pangkuan saya sampai tertidur,” ujar Mundasah, Kamis (17/9/2026).
Fia menceritakan dirinya mulai menghafal Al-Qur’an sejak duduk di bangku sekolah dasar. Saat berusia tujuh tahun, ia bersama sang adik yang kala itu berusia lima tahun berhasil menuntaskan hafalan 30 juz dalam waktu sekitar delapan bulan.
“Dengan dibimbing Abah dan Umi, kami berdua menghafal Al-Qur’an bersama-sama dan khatam dalam waktu delapan bulan,” kata Fia.
Sejak itu, keduanya rutin mengikuti berbagai perlombaan di bidang tahfiz Al-Qur’an, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional. Bahkan Ofa juga pernah meraih prestasi di ajang internasional.
Bagi Fia, tampil di cabang Tafsir Bahasa Inggris menjadi tantangan tersendiri. Ia mengaku mempersiapkan diri dengan belajar bahasa Inggris secara otodidak karena memang menyukai bahasa tersebut.
“Kebetulan saya suka bahasa Inggris. Jadi jauh-jauh hari saya mulai berlatih tafsir Al-Qur’an dengan bahasa Inggris secara mandiri,” ujarnya.
Sementara itu, Ofa mempersiapkan diri di cabang Tafsir Bahasa Indonesia dengan pendampingan langsung dari kedua orang tuanya. Menjelang MTQ Nasional, keduanya juga mendapatkan pembinaan dari LPTQ Pusat dan LPTQ Jawa Tengah melalui pelatihan daring maupun luring.
Menurut Ofa, masa persiapan mencapai puncaknya saat seluruh peserta Jawa Tengah menjalani karantina di Semarang sejak 20 Agustus 2026 hingga menjelang perlombaan.
“Puncaknya ketika kami dikarantina di Semarang sejak 20 Agustus 2026 hingga menjelang lomba,” kata Ofa.
Berikut sederet prestasinya :
Zumrotul Luthfiya
a. Juara 1 tahfidz 20 juz STQ Nasional th 2017
b. Juara 1 tahfidz 30 juz MHQ Pesantren tingkat Provinsi Jawa Tengah th 2018
c. Juara II tafsir Bahasa Inggris MTQ tingkat Jawa Tengah th 2018
d. Juara Harapan 1 Tahfidz 10 Juz MTQ Nasional di NTB 20116
e. Harapan 3 Tafsir Bahasa Inggris MTQ Nasional di Kaltim
Prestasi Durrotul Muqoffa
a. Juara 1 Tahfidz 10 juz pada STQ Nasional tahun 2011 di Banjarmasin (Kalimantan Selatan)
b. Juara 1 Tahfidz 20 Juz pada MTQ Nasional tahun 2016 di NTB ( Nusa Tenggara Barat)
c. Delegasi Indonesia pada MHQ 30 Juz tingkat Internasional di Iran tahun 2018
d. Juara 1 Tahfidz 30 Juz pada MTQ Mahasiswa Nasional tahun 2019 di Banda Aceh
e. Juara 1 Tahfidz 30 Juz & Tafsir Bahasa Indonesia pada MTQ Provinsi di Jawa Tengah tahun 2025
f. Juara Tahfidz 30 Juz MHQH Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz Alu Su’ud tingkat Nasional tahun 2022
g. Juara II tafsir Bahasa Arab STQ tingkat Provinsi Jawa Tengah th 2018
















