• Latest
  • Trending

Melawan Hoaks di Daerah Bencana

RI Beli LPG dari Abu Dhabi Senilai Rp28 T

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Tujuh Provinsi Terdampak Karhutla Terima Bantuan Operasional Rp1,23 Triliun

Prabowo: Prestasi 2 Tahun Pemerintah Perlu Kita Banggakan Tidak Boleh Sombong

Prabowo: Filosofi Ekonomi Indonesia Sudah Melenceng dari UUD 1945

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

BNPB: Dry Ice Bukan Untuk Padamkan Api

Sritex Akui Tak Terdampak Langsung Virus Corona

Survei Kadin: Minat Pengusaha Berinvestasi Semakin Melemah

Forbes Umumkan 10 Orang Terkaya di Dunia 2026

Elon Musk Donasi Rp 6,62 Triliun ke Partai Republik Pemilu AS

9 Kampus Terbaik di Indonesia Versi The Times Higher Education

Wamen Stella: Lulusan PT ada yang Tidak Tahan Banting

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa M 7,0 Hentak Tibet, 16 Warga Tewas

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Bersedia Jadi Ketua Dewan Pembina PSI

Menjaga Mata Lelah karena Layar

Menko Airlangga Bantah Rencana Pemerintah Bagikan HP Gratis ke Warga

Luhut Minta BPJS Percepat Pembayaran Klaim Perawatan Pasien Covid-19

DPR Tolak Usulan Luhut Ubah Definisi Korupsi: Melemahkan Pemberantasan Korupsi

Prabowo-Gibran Lawan Kelompok Radikal, Sindir Siapa?

Survei Voxpol: Kepercayaan Publik di Indonesia Timur Terhadap Prabowo-Gibran 63,1 Persen

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Melawan Hoaks di Daerah Bencana

by Aspek
Oktober 13, 2019
in NEWS

ASPEK.ID, AMBON – “Jika ada alat yang bisa memberi info kapan dan di mana terjadi gempa bumi, saya akan mengusulkan membel i alat tercanggih tersebut. Namun faktanya, hingga kini tidak ada alat yang bisa memberi kepastian di mana dan jam berapa akan terjadi gempa,” demikian ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo di hadapan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan penyintas gempa di Kantor Pemerintahan Negeri Oma, Kecamatan Matan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Rabu (9/10/2019).

Doni menegaskan, bencana alam seperti gempa di Indonesia bisa dipahami karena negara ini berada di lingkaran cincin bencana alam. Untuk menandai terjadi gempa pada malam, warga disarankan bisa menyusun kaleng kosong.

Nah, begitu muncul getaran gempa, warga sudah siaga dengan senter di ujung kepala. Dalam suasana kegerahan karena tidak ada listrik, tiba-tiba kantor itu berguncang. Warga kompak berseru, ”gempa, gempa, gempa.” Tidak ada yang panik atau berhamburan ke luar kantor. semua duduk atau berdiri tempat masing-masing.

BacaJuga

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

Tujuh Provinsi Terdampak Karhutla Terima Bantuan Operasional Rp1,23 Triliun

Prabowo: Filosofi Ekonomi Indonesia Sudah Melenceng dari UUD 1945

BNPB: Dry Ice Bukan Untuk Padamkan Api

Survei Kadin: Minat Pengusaha Berinvestasi Semakin Melemah

Wamen Stella: Lulusan PT ada yang Tidak Tahan Banting

Maluku mulai diayun gempa sejak 26 September lalu dengan M 6,5. Sejak itu saban hari, Maluku dihentak gempa. Dalam sehari bisa terjadi berkali-kali dihajar gempa. Misalnya gempa pada Rabu (9/10/2019) terjadi dua kali gempa. Ketika rombongan BNPB, Wakil Gubermur Maluku Barnabas Orno, Bupati Maluku Tengah Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua, SH bertemu warga, tiba-tiba terjadi gempa M 3,7 pukul 10:29:07 WIT koordinat 3,61 LS dan 128,36 Bujur Timur pada kedalaman 10 Km.

“Hoaks menjadi bencana selanjutnya yang harus kita berantas,” tukas Doni di sela-sela mengunjungi kawasan gempa yakni Negeri Oma, Negeri Haruku, Negeri Rohomoni dan Negeri Kailolo di Kecamatan Haruku.

Sehari sebelumnya pada Selasa (8/10/2019) beredar hoaks bahwa pada Rabu (9/10/2019) akan terjadi gempa besar disusul tsunami di Ambon dan Seram. Tak pelak, ribuan warga mengungsi ke perbukitan atau gunung. Eksodus warga ini menyebabkan anak-anak rentan terhadap penyakit. Padahal berulang kali pemerintah dan instansi membantah akan terjadi gempa dan tsunami dahsyat di Maluku pada Rabu (9/10/2019). Isu tsunami pada 9 Oktober beredar luas di Seram bagian Barat, Maluku Tengah dan Ambon.

Namun warga tetap percaya hoaks ini hingga ribuan warga dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Seram bagian Barat, Maluku, berbondong-bondong meninggalkan kampung mereka menuju gunung dan hutan, Selasa (8/10/2019). Warga meninggalkan rumah sejak Selasa pagi membawa barang berharga dan anggota keluarga karena isu akan ada tsunami pada Rabu (9/10/2019).

Untuk itu, mantan Pangdam XVI/Pattimura itu selalu mengingatkan untuk menghalau isu gempa disusul tsunami harus kerja semua pihak. Dia meminta wartawan bisa memberikan info yang akurat kepada warga bukan sebaliknya ikut memberitakan hoaks. Komunitas wartawan ini diharapkan dapat berperan dalam memberikan mitigasi bencana kepada penduduk

“Setiap hoaks yang beredar, secepatnya ditangkis hingga klarifikasi ini sampai ke Babinsa atau kepala negeri yang kemudian menjelaskan kepada penduduk,” ajak Doni.

Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal mengimbau masyarakat sebelum bertindak berkoordinasi dengan instansi resmi yang mengetahui berbagai persoalan terkait bencana. Dia memastikan Pemerintah Pusat maupun daerah selalu ada dalam menangani bencana ini.

“Tentang bantuan pemerintah akan selalu hadir. Saat ini sementara didata terkait kebutuhan pangan, kesehatan dan juga pendidikan,” ujar Tuasikal.

Hoaks Pulau Ambon Tenggelam

Perihal hoaks pada Rabu (9/10/2019) bakal terjadi gempa besar serta disusul tsunami, pakar tsunami dari BNPB Abdul Muhari memberikan penjelasan potensi tsunami di Maluku, khususnya Ambon dan Seram. Menurutnya, berita viral itu adalah hoaks di mana gambar batimetri yang diedit sedemikian rupa diberikan keterangan yang seakan-akan ilmiah tetapi bertujuan untuk menyebarkan ketakutan kepada masyarakat.

Disebutkan gambar itu bukanlah foto satelit 3D, karena satelit tidak bisa membuat foto dasar laut hingga kedalaman 7 km di bawah permukaan laut. Asumsi jika terjadi gempa dari palung Banda akan menyeret Ambon dan Seram adalah bohong.

“Belum ada dalam sejarah gempa dan tsunami di dunia ada gempa yang menghilangkan satu pulau sebesar Ambon, apalagi sebesar Pulau Seram,” katanya yang mengalami gempa dan tsunami di Jepang pada 11 Maret 2011 dengan kekuatan 9 Skala Richter.

Jika gempa di Maluku berpotensi longsoran lokal seperti di Palu pada 2018, atau di semenanjung elpaputih tahun 1899 benar adanya, tetapi skalanya lokal. Ini harus disikapi dengan bijak dengan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan persiapan rencana evakuasi mandiri yang baik.

Data BPBD Provinsi Maluku per 9 Oktober 2019 sebanyak 39 warga meninggal, 1.578 luka-luka dan 170.900 jiwa mengungsi dari tiga daerah yang terdampak, antara lain Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat. Dampak kerusakan ada sebanyak 6.355 unit total rumah rusak yang terdiri dari 1.273 unit rusak berat, 1.837 unit rusak sedang dan 3.245 unit rusak ringan disertai dengan 512 fasilitas umum dan sosial.

Komentar
Share18Tweet12SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

BNPB: Dry Ice Bukan Untuk Padamkan Api

  ASPEK.ID, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan penggunaan teknologi dry ice atau es kering dalam operasi modifikasi...

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

TNI Hormati KPK Usut Keterlibatan 2 Prajuritnya dalam Kasus BNPB

ASPEK.ID, JAKARTA  - Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas menyatakan TNI menghormati langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sedang mengusut dugaan...

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Bocorksn Isi Surat ke Panglima TNI Keterlibatan Prajurit Aktif di Kasus BNPB

ASPEK.ID, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan isi surat yang dikirim ke Panglima TNI Agus Subiyanto terkait keterlibatan prajurit...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In