• Latest
  • Trending
Sinergi BUMN-ESDM, Erick Thohir Jumpai Arifin Tasrif

Pembuktian Erick Thohir

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Ban Garuda Pecah saat Take Off di Jakarta ke Makkasar

Brantas Abipraya Kebut Selesaikan Bendungan Sepaku Semoi di IKN

Brantas Abipraya Tutup 29 Entitas, Fokus Kembali ke Bisnis Kontraktor

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

Di Forum G20, BI Sebut 3 Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi

Kehalalan Produk Masih Ditetapkan MUI

MUI: Label No Pork No Lard Tak Bikin Makanan Halal

Media Rusia Papar Agenda Prabowo di Vladivostok

Media Rusia Papar Agenda Prabowo di Vladivostok

Tips Cek Hoaks Via WA & Situs Resmi

Kementerian P2MI Takedown 7.908 Iklan Lowongan Kerja Fiktif ke Luar Negeri

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Menhut Prioritaskan Kalbar dan Kalteng, Hotspot Karhutla Naik

Menko AHY: Rumah Layak Huni Jadi Fondasi Kesejahteraan Rakyat

500 Konsumen Pilih Hunian Perumnas di Danantara Housing Expo 2026

BPS Jelaskan Perbedaan Garis Kemiskinan Bank Dunia dan Indonesia

Kebakaran Hebat Landa Permukiman di Kemayoran, 33 Unit Damkar Dikerahkan

Dua Pemicu Dominan Kebakaran di Jakarta

Menteri PU Targetkan Tol Trans Sumatra Tersambung Paling Lambat 2028

Menteri PU Targetkan Tol Trans Sumatra Tersambung Paling Lambat 2028

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Berakhir di Zona Merah, Ditutup di Level 6.595

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, September 3, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Pembuktian Erick Thohir

by Zamzami Ali
November 9, 2019
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, BUMN, TERPOPULER
Sinergi BUMN-ESDM, Erick Thohir Jumpai Arifin Tasrif

Erick Thohir saat berada di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019. [Foto: Medcom/Damar Iradat]

ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir santer dikabarkan akan segera mengganti sejumlah Direktur Utama (Dirut) di beberapa BUMN kelas atas. Salah satu isu yang mencuat beberapa hari terakhir adalah kursi Dirut PT Pertamina (Persero).

Selain PT Pertamina (Persero), BUMN lain yang akan memiliki Dirut yang baru adalah PT Inalum (Persero) atau MIND ID dan PT Bank Mandiri. Kursi Dirut kedua BUMN ini sebelumnya kosong karena Budi Gunadi Sadikin (Inalum) dan Kartika Wirjoatmodjo (Bank Mandiri) diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN.

Kemudian, Dirut PT Bank Tabungan Negara (Persero) juga kosong menyusul penolakan Suprajarto, mantan Dirut PT Bank Rakyat Indonesia Tbk untuk menduduki posisi tersebut. Kursi Dirut PT PLN (Persero) juga disebut-sebut akan dirombak oleh Erick Thohir.

BacaJuga

Ban Garuda Pecah saat Take Off di Jakarta ke Makkasar

Brantas Abipraya Tutup 29 Entitas, Fokus Kembali ke Bisnis Kontraktor

Di Forum G20, BI Sebut 3 Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi

MUI: Label No Pork No Lard Tak Bikin Makanan Halal

Media Rusia Papar Agenda Prabowo di Vladivostok

Kementerian P2MI Takedown 7.908 Iklan Lowongan Kerja Fiktif ke Luar Negeri

Wakil Menteri

Publik saat ini memang terus menunggu sepak terjang dan terobosan para Menteri yang baru saja bergabung di Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024 usai dilantik pada 23 Oktober 2019. Tak terkecuali, Erick Thohir.

Wajar, Erick harus melanjutkan kepemimpinan Rini M. Soemarno yang meninggalkan banyak sekali permasalahan yang harus segera diatasi. Kinerja Erick patut ditunggu, demi menepis semua keraguan publik terutama di kalangan BUMN akan kemampuannya mengelola ratusan perusahan plat merah tersebut.

Keleluasaan yang diberikan oleh konstitusi untuk didampingi oleh Wakil Menteri (Wamen), tak disia-siakan dan membuat Erick bertindak cepat. Ia segera mengusulkan sejumlah nama, yang kemudian menghasilkan 2 nama yang akan mendampinginya, Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo.

Tak kisah, meski kedua nama Wamen BUMN tersebut datang berlatar belakang dunia perbankan, langkah cepat Erick patut mendapatkan apresiasi. Erick seolah ingin membuat BUMN terlihat bersih dengan kehadiran dua Wamen yang tau seluk beluk perihal keuangan yang selama ini menjadi penyakit di BUMN.

Staf Khusus

Lagi-lagi, keleluasaan yang diberikan konstitusi langsung dimanfaatkan oleh Erick Thohir. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2019 tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kementerian Negara Kabinet Indonesia Maju Periode Tahun 2019-2024, setiap Menteri dapat mengangkat paling banyak 5 (lima) orang Staf Khusus.

Sebanyak 4 nama lantas dikonfirmasi oleh Erick Thohir telah diangkat sebagai Staf Khusus yang akan mendampinginya. Mereka adalah Prof. Mohamad Ikhsan, Prof. Nanang Pamuji, Arya Sinulingga dan Anhar Adel.

“Empat staf khusus ini akan terus membantu saya secara profesional dan tentunya tidak akan tumpang tindih dengan jajaran pejabat atau pegawai yang sudah ada di Kementerian BUMN,” kata Erick Thohir dalam keterangan resminya, Sabtu (9/11/2019).

Dalam bertugas, keempat staf khusus ini akan memberikan pendapat sebagai pertimbangan bagi Menteri BUMN terkait hal-hal yang bukan merupakan bidang tugas unsur-unsur organisasi kementerian.

Kekosongan Direksi BUMN

Sejumlah BUMN saat ini masih banyak yang mengalami kekosongan, terutama untuk posisi Dirut nya. Untuk sebuah perusahaan, apalagi sekelas BUMN, ketiadaan leader tentu akan sangat mempengaruhi baik itu kinerja maupun pendapatan yang diperoleh.

Kekosongan di posisi Dirut saat ini dialami oleh beberapa BUMN, seperti contohnya yang telah disebutkan di awal, ada PT Bank Mandiri (Persero), PT Bank Tabungan Negara (Persero), PT Inalum atau MIND ID (Persero), PT PLN (Persero) dan PTPN III.

Selain kursi direksi, sejumlah kursi Komisaris BUMN saat ini juga sedang mengalami kekosongan. Diantaranya yakni Komisaris Utama PT Aneka Tambang, Fachrul Razi pasca diangkat sebagai Menteri Agama RI serta Komisaris Utama PT Hutama Karya (Persero) yang saat ini di Plt-kan kepada Adityawarman.

Perombakan Direksi BUMN

Sejatinya, ujian terbesar mantan Ketua INASGOC tersebut ada di poin ini. Kebijakan dan keputusan untuk melakukan reformasi melalui perombakan direksi BUMN merupakan hal krusial yang sangat ditunggu oleh publik.

Penilaian publik terhadap kemampuan Erick mengelola Kementerian BUMN tentu dapat dibuktikan dari keputusannya dalam merombak atau menunjuk direksi BUMN, terutama kursi Dirut BUMN kelas kakap yang sudah disebutkan di awal tadi.

Apakah Erick akan memilih nama-nama yang diisukan layak mendapatkan kesempatan untuk mencicipi kursi tersebut? Tentu saja tidak semudah itu. Erick harus lah memilih nama yang tepat, yang dianggap mampu untuk menyelesaikan masalah BUMN yang bermasalah.

Apakah terlalu sulit juga untuk menentukan satu nama yang tepat untuk memimpin PT PLN (Persero) misalnya, karena PLN saat ini telah dipimpin oleh tiga orang Plt Dirut, bukan pejabat definitif?

Sebuah perusahaan otomatis membutuhkan seorang pimpinan untuk bergerak ke arah yang lebih maju. Apalagi untuk sekelas perusahaan setrum negara ini, yang akan mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) APBN 2020 paling besar, yakni Rp 17,73 triliun.

Soal PT Pertamina (Persero), Erick Thohir tentu harus sangat berhati-hati karena beban yang selama ini diberikan oleh Presiden Jokowi untuk pembangunan kilang dinilai tidak mengalami kemajuan yang signifikan.

Pertamina memang terlihat seperti kehilangan ruhnhya karena terus menerus ditimpa masalah. Mulai dari Blok ONWJ yang mengalami kebocoran gas dan minyak sejak Juli 2019 lalu serta stok BBM nasional juga sedang dalam kondisi kritis dan tidak ideal, jauh dibawah angka minimal yang dipersyaratkan sehingga di beberapa daerah terjadi antrian BBM di SPBU serta pasar BBM Industri yang direbut pesaing.

Pertamina juga harus menanggung kerugian akibat kontrak jangka panjang pembelian LNG dari Corpus Cristie (AS) dan Woodside (Australia) dengan harga saat itu dan harus dijual lagi di pasar internasional dengan harga lebih rendah. Pembangunan kilang yang tak kunjung selesai serta laporan keuangan yang dipoles, semakin memberatkan Pertamina.

Erick Thohir tentu harus memilih nama yang dianggap sangat pantas untuk bisa memimpin Pertamina. Nama-nama pejabat senior, yang sudah malang melintang serta tau seluk beluk permasalahan yang selama ini menimpa Pertamina mungkin bisa menjadi solusi atas permasalahan yang terjadi. Bukan sekedar, sepertinya cocok ya?

Komentar
Share98Tweet48SendShareShare14Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dirut Pertamina Turun Langsung ke Flores, Pastikan Pasokan BBM Aman

Dirut Pertamina Turun Langsung ke Flores, Pastikan Pasokan BBM Aman

    ASPEK.ID, FLORES - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, turun langsung ke wilayah terdampak bencana gempa...

Menpora Erick Thohir: Event Olahraga Kelas Dunia Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jakarta - Menpora Erick Thohir menegaskan penyelenggaraan ajang olahraga internasional di Indonesia tidak lagi sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Menurutnya,...

PHM Mulai Suplai Gas ke Kilang RU V Balikpapan

Erick Thohir Puji Pertamina Hulu Energi Selamatkan Kapal Karam di Kepulauan Seribu

Jakarta -  Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi langkah PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang berhasil...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In