ASPEK.ID, JAKARTA – Badan usaha milik negara sektor pangan, PT Agrinas Pangan Nusantara (APN), menuntaskan proses kualifikasi dan negosiasi pengadaan kendaraan niaga untuk mendukung operasional program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dalam dokumen berita acara yang beredar, Agrinas melaporkan tahapan penjajakan telah melibatkan sejumlah produsen kendaraan niaga yang beroperasi di Indonesia.
“Dengan ini kami melaporkan Berita Acara (BA) terkait proses pengadaan kendaraan untuk kebutuhan kelengkapan sarana prasarana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP),” tulis dokumen tersebut, dikutip Jumat (27/2).
Pengadaan difokuskan pada kendaraan truk dan pick-up kabin tunggal, baik penggerak 4×2 maupun 4×4. Produsen dalam negeri disebut telah mengikuti seluruh tahapan mulai dari kualifikasi hingga negosiasi.
“Produsen truk lokal dan pick up single cabin 4×2 dan 4×4 sudah diundang/dihadirkan dalam proses kualifikasi, klarifikasi, dan negosiasi di PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) (APN) sesuai berita acara,” tulisnya.
Dari hasil evaluasi, total kapasitas maksimal produksi nasional yang dinyatakan memenuhi syarat mencapai 45.000 unit.
“Berdasarkan Berita Acara (BA) hasil kualifikasi, klarifikasi, dan negosiasi, produsen truk lokal yang memenuhi syarat sesuai dengan kapasitas maksimal kemampuan produksi nasional sejumlah 45.000 unit,” tulis dokumen itu.
Adapun rincian kapasitas produksi masing-masing produsen adalah:
Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation: 20.600 unit
Foton Motor (model Aumark): 13.500 unit
Hino Motors: 10.000 unit
Isuzu Motors (lini Canter): 900 unit
Meski angka tersebut tergolong besar, Agrinas menilai total produksi nasional belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan armada KDKMP.
“Menimbang keterbatasan produksi dalam negeri, maka APN mengimpor untuk memenuhi kebutuhan KDKMP sejumlah 35.000 unit truk dari Tata Motors India,” tulis dokumen tersebut.
Dengan demikian, total kebutuhan armada yang disiapkan untuk program ini mencapai sekitar 80.000 unit truk.
Langkah impor akan dilakukan dari Tata Motors, produsen otomotif asal India.
Agrinas juga menyoroti keterbatasan pilihan kendaraan pick-up kabin tunggal 4×4 di pasar domestik. Unit yang beredar saat ini sebagian besar masih berstatus impor utuh (completely built up/CBU) dan dinilai belum sesuai dengan struktur anggaran program.
“Mengingat populasi pick up single cabin 4×4 yang beredar di pasar Indonesia seperti merek Toyota Motor Corporation Hilux, Mitsubishi Motors Triton, serta Isuzu Motors D-Max masih harus diimpor secara CBU 100% dari Thailand dan harganya jauh di atas anggaran yang tersedia,” jelas dokumen tersebut.
Model yang dimaksud antara lain Toyota Hilux, Mitsubishi Triton, dan Isuzu D-Max.
Pengadaan ini menjadi bagian dari upaya penyediaan sarana distribusi dan logistik bagi KDKMP, yang dirancang memperkuat rantai pasok pangan hingga tingkat desa dan kelurahan. Namun di sisi lain, kombinasi produksi lokal dan impor juga memunculkan catatan soal kapasitas industri nasional dalam memenuhi kebutuhan skala besar secara cepat. []
























