ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya peran Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik melalui peningkatan ekspor maupun perluasan penggunaan sistem pembayaran digital nasional, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Airlangga menyebut, Indonesia membutuhkan laju pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, kerja sama dengan negara-negara anggota APEC dinilai strategis karena selama ini menjadi pasar utama bagi produk ekspor nasional.
Sekitar 70 persen ekspor Indonesia, kata Airlangga, diserap oleh negara-negara yang tergabung dalam APEC. Kondisi itu menjadikan forum kerja sama ekonomi tersebut krusial bagi kepentingan perdagangan Indonesia.
“APEC merupakan salah satu kekuatan ekonomi terbesar,” ujar Airlangga, Minggu (8/2).
Ia menambahkan, keberadaan Amerika Serikat dan China di dalam APEC semakin memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai pasar utama dan strategis bagi Indonesia.
Sejumlah komoditas unggulan nasional selama ini mendominasi ekspor ke kawasan APEC, mulai dari logam, kelapa sawit, hingga produk industri padat karya seperti tekstil, furnitur, pakaian, dan alas kaki. Selain itu, sektor agrikultur juga turut menjadi penopang ekspor.
“Produk agrikultur juga, seperti udang dan lainnya,” kata Airlangga.
Tak hanya fokus pada perdagangan barang, pemerintah juga mendorong integrasi sistem pembayaran digital lintas negara, termasuk memperluas penggunaan QRIS di kawasan APEC.
Menurut Airlangga, digitalisasi sistem pembayaran Indonesia saat ini telah menjangkau sejumlah negara seperti Korea Selatan, Jepang, hingga kawasan Timur Tengah. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong agar QRIS dapat digunakan secara lebih luas di negara-negara anggota APEC lainnya.
“Digitalisasi pembayaran Indonesia sebetulnya sudah masuk ke Korea, Jepang, dan Timur Tengah. Namun, untuk negara APEC lainnya tentu akan terus kami dorong,” ujarnya. []
























