ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) turut membantu menyesuaikan pasar modal Indonesia agar memenuhi standar internasional tertinggi guna meningkatkan kepercayaan investor. Arahan tersebut disampaikan Presiden kepada CEO BPI Danantara Rosan Roeslani.
“Arahannya bahwa bursa kita harus sesuai dengan standar internasional yang paling tinggi, karena itu menciptakan kepercayaan,” ujar Rosan usai rapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/2), dilansir dari Antara.
Rosan menegaskan bahwa penyesuaian standar bursa harus dijalankan dengan prinsip transparansi, karena transparansi menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan pemilik modal, baik untuk investasi di pasar modal maupun investasi jangka panjang.
Dalam pertemuan dengan Presiden, Rosan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan sejumlah usulan terkait kondisi bursa dan penilaian lembaga indeks global MSCI.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). “Kami bersama-sama menyampaikan perkembangan bursa kepada Presiden dan langkah-langkah yang bisa dilakukan,” kata Rosan.
Menurut Rosan, berbagai langkah tersebut tidak hanya bertujuan merespons penilaian MSCI, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas, transparansi, dan daya saing pasar modal Indonesia secara keseluruhan.
“Dengan begitu kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional, bisa meningkat,” ujarnya.
Sebelumnya, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyatakan demutualisasi BEI diperlukan untuk memperkuat kredibilitas, permodalan, dan daya saing pasar modal nasional di tengah meningkatnya volatilitas global.
Pandu menjelaskan demutualisasi merupakan perubahan model bursa dari kepemilikan anggota dan nirlaba menjadi perusahaan berbasis pemegang saham dan berorientasi profit, sehingga tata kelola, akuntabilitas, dan keterbukaan dapat diperkuat.
Menurut dia, model tersebut juga membuka ruang penghimpunan dana melalui private placement maupun mekanisme lainnya, mempercepat pengambilan keputusan korporasi, serta menarik investor institusi, asing, dan strategis.
Danantara berharap dukungan regulator dan parlemen dapat memperlancar proses regulasi sehingga penguatan pasar modal dapat berjalan pada paruh kedua tahun ini. []
























