• Latest
  • Trending
BI: Hilirisasi dan Diversifikasi Ekspor Jadi Tameng Neraca Transaksi Berjalan

BI: Hilirisasi dan Diversifikasi Ekspor Jadi Tameng Neraca Transaksi Berjalan

Uji Materi Ijazah Capres Gugur di MK, Ini Pertimbangannya

MK Tolak Gugatan Roy Suryo Cs Soal KUHP dan UU ITE

Polisi Buru Dua Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Polda Metro Buru Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Gedung Umat Islam akan Dibangun di Kawasan HI, Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

Prabowo: Indonesia Tak Boleh Bergantung pada Energi Asing

Polisi Ungkap Pola Penyerangan Andrie Yunus, Pelaku Diduga Pakai Dua Motor

Polisi Ungkap Pola Penyerangan Andrie Yunus, Pelaku Diduga Pakai Dua Motor

AHY Temui Purbaya untuk Cari Solusi Utang Kereta Cepat Whoosh

Utang Proyek Whoosh Ditata Ulang, Danantara Targetkan Tuntas Semester I 2026

DPR Soroti Penetapan Tersangka Suami Korban Penjambretan di Sleman

Komisi III DPR Soroti Konten AI di Kasus Andrie Yunus, Polri Diminta Bertindak Cepat

KPK Dalami Dugaan Imbal Jasa Biro Haji ke Pengurus PWNU DKI

KPK Sita Rp1 Miliar dari Rumah Kadis PUPRPKP Rejang Lebong

AS Sebut Konflik dengan Iran Masuk Fase Akhir

AS Sebut Konflik dengan Iran Masuk Fase Akhir

Persib Tersungkur di ACL Two, Misi Berat di Bandung

Bojan Hodak Ingatkan Persib Tetap Fokus Meski Peluang Juara Terbuka

Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Warga Diminta Waspada

Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Warga Diminta Waspada

Konsumsi Avtur di Jawa Tengah Alami Kenaikan

Mudik Lebaran 2026, Pertamina Siagakan Avtur di 5 Bandara Sumbagut

Eks Bos PTPN III Mohammad Abdul Ghani Ditunjuk Jadi Dirut Agrinas Palma

Eks Bos PTPN III Mohammad Abdul Ghani Ditunjuk Jadi Dirut Agrinas Palma

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Maret 16, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

BI: Hilirisasi dan Diversifikasi Ekspor Jadi Tameng Neraca Transaksi Berjalan

by Muhammad Fadhil
Februari 9, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI, NEWS
BI: Hilirisasi dan Diversifikasi Ekspor Jadi Tameng Neraca Transaksi Berjalan

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI, Juli Budi Winantya dalam pertemuan dengan redaktur media massa di Pontianak, Kalimantan Barat. (Liputan6.com/Deon)

ASPEK.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menilai kebijakan hilirisasi industri dan diversifikasi ekspor menjadi faktor utama dalam menjaga neraca transaksi berjalan Indonesia tetap berada pada kondisi yang sehat. Optimisme tersebut disampaikan di tengah tantangan global, mulai dari perlambatan kinerja ekspor komoditas hingga tingginya kebutuhan impor untuk mendukung investasi domestik.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM) BI, Juli Budi Winantya, mengatakan kebijakan hilirisasi mulai menunjukkan dampak positif terhadap struktur ekspor nasional. Perubahan tersebut tercermin dalam komposisi ekspor pada neraca perdagangan Desember 2025.

“Ekspor tidak lagi hanya berbasis sumber daya alam mentah, tetapi juga mencakup produk industri, termasuk logam dan produk kimia. Komoditas-komoditas tersebut masih menjadi penopang surplus neraca perdagangan,” kata Juli, Senin (9/2).

BacaJuga

MK Tolak Gugatan Roy Suryo Cs Soal KUHP dan UU ITE

Polda Metro Buru Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Prabowo: Indonesia Tak Boleh Bergantung pada Energi Asing

Polisi Ungkap Pola Penyerangan Andrie Yunus, Pelaku Diduga Pakai Dua Motor

Utang Proyek Whoosh Ditata Ulang, Danantara Targetkan Tuntas Semester I 2026

Komisi III DPR Soroti Konten AI di Kasus Andrie Yunus, Polri Diminta Bertindak Cepat

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, pergeseran struktur ekspor ini memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Neraca transaksi berjalan menjadi indikator penting dalam mencerminkan kemampuan ekonomi nasional menghadapi dinamika dan gejolak global.

Neraca transaksi berjalan mencakup sejumlah komponen utama, seperti Neraca Barang, Neraca Jasa, Neraca Pendapatan Primer, dan Neraca Pendapatan Sekunder. Pergerakan setiap komponen tersebut berpengaruh langsung terhadap arus devisa serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Selain hilirisasi, BI juga menekankan pentingnya diversifikasi negara tujuan ekspor. Juli menilai Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada mitra dagang tradisional, tetapi mulai memperluas pasar ekspor ke berbagai negara lain.

Langkah diversifikasi dilakukan baik dari sisi tujuan ekspor maupun jenis produk yang dipasarkan, dengan fokus pada peningkatan ekspor bernilai tambah guna memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“Ekspor tidak hanya bergantung pada mitra dagang utama, tetapi juga diperluas ke negara-negara lain di luar mitra tradisional,” ujarnya.

Di sisi lain, Juli mengakui impor masih akan menjadi tantangan ke depan. Kebutuhan impor barang modal dan bahan baku diperkirakan tetap tinggi seiring berlanjutnya aktivitas investasi di dalam negeri.

“Namun, ke depan ketergantungan impor diharapkan dapat berkurang seiring kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan produksi dalam negeri, termasuk melalui penerapan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) pada sejumlah sektor seperti kendaraan listrik,” kata dia.

BI menilai kombinasi penguatan struktur ekspor melalui hilirisasi dan kebijakan substitusi impor menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan eksternal perekonomian nasional.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, Bank Indonesia memproyeksikan defisit neraca transaksi berjalan pada 2026 berada di kisaran 0,1 persen hingga 0,9 persen dari produk domestik bruto (PDB). Sementara pada 2027, defisit diperkirakan melebar ke rentang 0,4 persen hingga 1,2 persen dari PDB, lebih tinggi dibandingkan realisasi defisit 2024 sebesar 0,6 persen.

Adapun untuk 2025, BI memproyeksikan transaksi berjalan berada pada kisaran 0,1 persen hingga minus 0,7 persen dari PDB.

Sejalan dengan itu, BI juga menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi. Pada 2026, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen. Pertumbuhan diproyeksikan meningkat pada 2027 ke rentang 5,1 persen hingga 5,9 persen.

BI menilai prospek tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan pemerintah dan otoritas moneter dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. []

Komentar
Share10Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Uji Materi Ijazah Capres Gugur di MK, Ini Pertimbangannya

MK Tolak Gugatan Roy Suryo Cs Soal KUHP dan UU ITE

ASPEK.ID, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Nomor 11...

Polisi Buru Dua Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Polda Metro Buru Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

ASPEK.ID, JAKARTA - Polda Metro Jaya menegaskan penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan...

Gedung Umat Islam akan Dibangun di Kawasan HI, Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

Prabowo: Indonesia Tak Boleh Bergantung pada Energi Asing

ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi nasional dengan memaksimalkan potensi sumber daya dalam...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Pengunjung Monas Dibatasi 200 Orang/Jam

Menteri BUMN Hijaukan Monas

Bahlil Buka-bukaan Soal Ratas Prabowo di Hambalang

Bahlil:  Ada Asing di Balik Kisruh Rempang

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Profil Harry Budi Sidharta yang Kini Jadi Wakil Direktur Utama PT Timah

Uji Materi Ijazah Capres Gugur di MK, Ini Pertimbangannya

MK Tolak Gugatan Roy Suryo Cs Soal KUHP dan UU ITE

Polisi Buru Dua Penyiram Air Keras Andrie Yunus

Polda Metro Buru Aktor Intelektual Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Gedung Umat Islam akan Dibangun di Kawasan HI, Prabowo Siapkan Lahan 4.000 Meter

Prabowo: Indonesia Tak Boleh Bergantung pada Energi Asing

Polisi Ungkap Pola Penyerangan Andrie Yunus, Pelaku Diduga Pakai Dua Motor

Polisi Ungkap Pola Penyerangan Andrie Yunus, Pelaku Diduga Pakai Dua Motor

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In