• Latest
  • Trending
BI Berikan Quantitative Easing untuk Pulihkan Ekonomi dari Covid-19

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75% di Tengah Tekanan Rupiah

Menkominfo: 3 Jurus Lawan Judi Online, Alamat IP Pindah-pindah

OJK: 38.796 Rekening Terindikasi Judi Online Minta Diblokir

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Temukan Praktik Joki Skripsi di 91 Persen Perguruan Tinggi

Helikopter AS Hilang dari Radar Usai Kirim Sinyal Darurat di Laut Merah

Helikopter AS Hilang dari Radar Usai Kirim Sinyal Darurat di Laut Merah

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Target Ekonomi 8 Persen, Butuh Investasi Rp 13.000 Triliun

KPK: Pemanggilan Menteri ATR Nusron Wahid Tergantung Kebutuhan

KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

Astra Luncurkan Masker yang ada Kipas Angin

Astra International Tebar Dividen Rp3,89 T, Segini Jatahnya per Saham

Semen Padang Tunjuk Stefano Cugurra sebagai Pelatih Kepala Baru

Semen Padang Tunjuk Stefano Cugurra sebagai Pelatih Kepala Baru

Jasa Marga Catat 361 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta

Jasa Marga Tunjuk Oemi Vierta Moerdika Jadi Dirut Anak Usaha

10 Kecamatan di Jember Dikepung Banjir, 1 Orang Meninggal

Banjir Kepung 2 Kecamatan di Langkat Sumut

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 24,79 Juta

9 Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan

DPR Minta Kejagung Serius Tangani Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp22 T

DPR Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi Undang-Undang

Hitung Kerugian Negara Kasus Jiwasraya, BPK Butuh Waktu 2 Bulan

DPR Tetapkan Nyoman Adhi dan Khaidir Jadi Anggota BPK

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

BI Pertahankan Suku Bunga 5,75% di Tengah Tekanan Rupiah

by Muhammad Fadhil
September 23, 2026
in BERITA TERBARU, EKONOMI, NEWS
BI Berikan Quantitative Easing untuk Pulihkan Ekonomi dari Covid-19

Bank Indonesia. [Foto: Istimewa/HO]

ASPEK.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75%.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 22-23 September 2026.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, dalam rapat tersebut BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%.

BacaJuga

OJK: 38.796 Rekening Terindikasi Judi Online Minta Diblokir

KPK Temukan Praktik Joki Skripsi di 91 Persen Perguruan Tinggi

Helikopter AS Hilang dari Radar Usai Kirim Sinyal Darurat di Laut Merah

Target Ekonomi 8 Persen, Butuh Investasi Rp 13.000 Triliun

KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

Astra International Tebar Dividen Rp3,89 T, Segini Jatahnya per Saham

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 22 hingga 23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%. Suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,5%,” kata Destry dalam konferensi pers di Kantor BI, Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).

Destry mengatakan keputusan mempertahankan BI Rate tersebut sejalan dengan strategi BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat.

“Keputusan ini tetap konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat,” ujarnya.

Menurut Destry, kebijakan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi sebesar 2,5% plus minus 1% pada 2026 dan 2027. Selain itu, kebijakan BI diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

BI mencatat tekanan terhadap rupiah masih menjadi perhatian di tengah tingginya ketidakpastian global. Pada 22 September 2026, rupiah berada di level Rp17.855 per dolar AS, melemah 0,78% dibandingkan posisi akhir Agustus 2026.

BI menyatakan akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Bank sentral juga memperkuat kebijakan untuk mendorong aliran masuk modal asing serta memperdalam pasar uang dan pasar valuta asing. []

Komentar
Share14Tweet9SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 90.050/Kg

BI: Program Ketahanan Pangan Nasional Ikut Berdampak Terjaganya Inflasi September 2026

  ASPEK.ID, JAKARTA - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada...

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

BI: Syarat Ekonomi RI Tumbuh 6 Persen pada 2027

ASPEK.ID, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) membeberkan syarat agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 6% pada 2027. Salah satu kuncinya adalah...

Komdigi Beberkan Penyebab Kebocoran Data dan Serangan Siber di RI

Kerugian Akibat Serangan Siber di Indonesia Tembus Rp 111 Triliun

ASPEK.ID, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkap besarnya kerugian yang ditimbulkan akibat serangan siber di Indonesia sepanjang 2026. Nilainya diperkirakan...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In