ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut potensi pasar beras Indonesia di Arab Saudi cukup besar seiring tingginya minat untuk memenuhi kebutuhan jamaah haji Indonesia.
Rizal mengatakan pihaknya telah melakukan survei langsung selama sepekan ke sejumlah kota di Arab Saudi guna melihat peluang distribusi beras Indonesia. Kunjungan tersebut mencakup Madinah, Makkah, dan Jeddah yang menjadi pusat aktivitas penyediaan konsumsi bagi jamaah haji Indonesia.
“Luar biasa antusiasmenya. Dari teman-teman yang ada di Saudi, kebetulan kami survei ke sana selama seminggu ke Madinah, Makkah serta Jeddah. Di sana banyak dapur yang mengelola makanan bagi para jamaah haji Indonesia,” kata Rizal dilansir dari Antara, Minggu (22/2).
Ia mengungkapkan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia juga telah menginstruksikan dapur penyedia makanan di Madinah dan Makkah untuk menggunakan beras premium asal Indonesia.
Menurut Rizal, kebijakan tersebut menjadi peluang strategis bagi Bulog untuk memperluas pasar ekspor beras sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen beras berkualitas.
“Dari Kementerian Haji dan Umrah RI sudah memerintahkan seluruh dapur di Madinah dan Makkah wajib menggunakan beras Indonesia,” ujarnya.
Namun demikian, skema ekspor dan kerja sama lanjutan masih menunggu pembahasan dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan sebelum diumumkan secara resmi.
“Nah, ini nanti menunggu Rakortas dahulu yang diagendakan Senin (23/2/2026),” imbuh Rizal.
Sebelumnya, Perum Bulog mulai membidik peluang ekspor beras premium ke Arab Saudi dengan menawarkan produk Beras Haji Nusantara kepada para importir setempat sebagai bagian dari upaya memperluas pasar pangan Indonesia untuk kebutuhan jamaah haji dan umrah.
Penawaran tersebut dilakukan dalam kegiatan Bridging Supply and Service: Business Matching for Indonesian F&B Distributors and Hajj Catering Providers yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan respons para importir terhadap produk beras Indonesia cukup positif.
“Setelah pemaparan dan uji cita rasa bersama para importir, respons yang kami terima sangat baik dan cukup menarik minat mereka,” kata Rizal. []























