ASPEK.ID, CHINA- Seorang pemilik Taman Kanak-kanak (TK) di China beserta lima stafnya dijatuhi hukuman penjara setelah terbukti meracuni lebih dari 200 anak dengan makanan yang terkontaminasi bahan berbahaya berupa timbal.
Pemilik TK Heshi Peixin di Tianshui, Provinsi Gansu, Li Huifang, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas kejahatan memproduksi dan menjual makanan beracun dan berbahaya, sebagaimana dilaporkan oleh media pemerintah China.
Kasus ini mendapat sorotan publik di China, dan menuai beragam kritik tajam mengenai aturan penyediaan makanan di sekolah. Kronologi kasus keracunan makanan dan kadar timbal ekstrem Diberitakan BBC, Sabtu (17/10/2026), skandal kesehatan publik ini bermula pada Juli 2025 ketika puluhan anak di TK sakit secara mendadak. Setelah pemeriksaan medis dilakukan, sebanyak 247 murid dan staf di TK Heshi Peixin ditemukan memiliki kadar timbal dalam darah yang sangat tinggi di atas batas normal.
Penyelidikan berlanjut setelah 235 anak dari TK Heshi Peixin harus mendapatkan perawatan medis akibat keracunan timbal usai mengonsumsi kue kurma merah kukus dan roti jagung sosis. Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan, tingkat kontaminasi timbal yang ditemukan sangat mengerikan. Mengandung kadar timbal sebesar 1.340 mg/kg. Kedua angka tersebut melampaui batas standar keamanan pangan nasional China yang menetapkan ambang batas maksimum hanya sebesar 0,5 mg/kg.
Hasil laporan investigasi mengungkapkan bahwa koki di dapur TK Heshi Peixin diinstruksikan menggunakan cat yang tidak dapat dimakan (inedible paint) untuk mempercantik dan memperindah tampilan visual makanan agar dapat menarik lebih banyak siswa baru untuk mendaftar. Penggunaan cat beracun itu tetap dilakukan meskipun pada wadah cat sudah tertera label peringatan yang sangat jelas bahwa bahan tersebut bukan untuk dikonsumsi.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), keracunan timbal sangat berbahaya terutama bagi anak-anak usia dini karena dapat merusak otak serta sistem saraf pusat secara berat dan permanen.
















