ASPEK.ID, JAKARTA – Upaya pemerintah dalam mendorong percepatan lifting migas mendapat dukungan penuh dari PT Pertamina (Persero). Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa peningkatan produksi migas terus dilakukan, baik di sektor hulu maupun hilir.
Khusus di sektor hilir, Oki menyebut Indonesia memiliki dua kekuatan utama di sektor energi, terutama pada energi panas bumi dan minyak nabati.
Indonesia saat ini tercatat memiliki potensi sumber daya panas bumi (geothermal) lebih dari 24 gigawatt (GW) atau sekitar 40% dari total cadangan dunia. Potensi tersebut dinilai sangat besar dan strategis untuk terus dikembangkan.
“Paling besar di kita ada geothermal lebih dari 24 GW, dan di internal Pertamina sudah ada yang di unlock 227 mw, dan bisa diperkuat dengan seluruh pihak, dan jadi yang terbesar untuk panas bumi,” ujar Oki dalam diskusi Energy Outlook 2026 di Auditorium Bank Mega, Kamis (5/2).
Selain panas bumi, Pertamina juga terus menggenjot pengembangan minyak nabati. Indonesia sendiri merupakan negara penghasil minyak nabati terbesar di dunia, yang dinilai memiliki peluang besar untuk mendukung transisi energi.
“Kami sedang kejar dan groundbreaking pertama stand alone green rifenary sekitar 0,3jt kilo liter yang bisa dihasilkan di kilang nasional dan bisa kejar SAF di 2050 dengan setengah SAF dari nabati,” terangnya.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya jangka panjang Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. []
























