ASPEK.ID, JAKARTA – Eks CEO Bukalapak, Willix Halim bergabung ke perusahaan teknologi asal Australia, Canva. Ia memimpin operasional Canva di Asia Tenggara, kawasan yang disebut sangat penting bagi pertumbuhan platform desain tersebut.
Mengutip The Business Times, Halim sebelumnya telah menjadi penasihat Canva selama sekitar satu tahun sebelum bergabung secara penuh waktu sekitar tiga bulan lalu. Pengalamannya membangun bisnis teknologi di Indonesia diharapkan membantu Canva memperkuat strategi lokalisasi dan menjangkau lebih banyak pengguna di kawasan Asia Tenggara.
Salah satu fokusnya adalah menyesuaikan produk Canva dengan kebiasaan pengguna yang mengandalkan ponsel untuk mengakses layanan digital. Menurut Halim, pendekatan yang mengutamakan aplikasi seluler (mobile-first) yang umum diterapkan dalam bisnis e-commerce juga relevan bagi perusahaan perangkat lunak berbasis layanan atau software-as-a-service (SaaS).
“Infrastruktur aplikasi seluler harus menjadi prioritas di Asia Tenggara, baik untuk e-commerce maupun industri lainnya,” kata Halim kepada The Business Times.
Canva mencatat penggunaan yang kuat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Menurut data perusahaan yang dikutip The Business Times, satu dari dua presentasi di kawasan tersebut dimulai melalui perangkat seluler. Di Indonesia, proporsinya mencapai dua dari tiga presentasi, sedangkan di Filipina tiga dari lima.
Chief Product Officer sekaligus salah satu pendiri Canva, Cameron Adams, mengatakan Indonesia secara konsisten masuk tiga besar pasar Canva berdasarkan jumlah pengguna aktif bulanan (monthly active users).
Filipina, Vietnam, dan Thailand juga secara konsisten berada dalam 15 pasar teratas perusahaan. Canva mengungkapkan bahwa pendapatan berulang tahunan (annual recurring revenue/ARR) bisnisnya di Asia Tenggara telah meningkat lebih dari tiga kali lipat sejak 2022. Jumlah pengguna aktif bulanan di kawasan tersebut juga lebih dari dua kali lipat dalam periode yang sama. DEmikian dikutip dari kontan.co.id














