ASPEK.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan pelemahan pada perdagangan sesi I, Rabu (4/2). Hingga penutupan sesi pertama, IHSG turun 43,27 poin atau 0,53% dan bertengger di level 8.079,32.
Sepanjang sesi, pergerakan IHSG cenderung volatil dengan rentang perdagangan di kisaran 8.050 hingga 8.194. Tekanan jual tercermin dari tingginya aktivitas transaksi, di mana sebanyak 30,33 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp14,63 triliun dan frekuensi 1.897.228 kali, mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dari sisi pergerakan saham, tekanan pasar terlihat dominan. Sebanyak 418 saham melemah, sementara 269 saham menguat dan 127 saham stagnan. Di tengah pelemahan pasar, saham-saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45 relatif tertahan dengan kenaikan tipis 0,04%.
Pelemahan IHSG dipicu oleh kinerja negatif hampir seluruh sektor. Sektor barang konsumsi nonprimer menjadi penekan utama setelah anjlok 3,82%. Tekanan juga datang dari sektor infrastruktur yang turun 2,05%, disusul sektor energi 1,63%, barang konsumsi primer 1,41%, serta sektor properti yang terkoreksi 1,36%.
Di tengah tekanan tersebut, hanya dua sektor yang mampu mencatatkan penguatan, yakni sektor barang baku yang naik 2,35% dan sektor keuangan yang menguat terbatas sebesar 0,17%.
Dari kawasan regional, mayoritas bursa Asia bergerak di zona merah. Indeks Nikkei Jepang melemah 0,95% dan Hang Seng Hong Kong turun 0,41%. Sementara itu, Straits Times Singapura mencatat kenaikan tipis 0,11%, dan indeks Shanghai China bergerak relatif stabil.
Di level saham, sejumlah emiten mencatatkan lonjakan harga signifikan. PT Martina Berto Tbk (MBTO) melonjak 31,69% ke level Rp187. PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) menguat 22,89% ke Rp102, dan PT Soho Global Health Tbk (SOHO) naik 20,71% ke Rp3.380.
Penguatan juga terjadi pada PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) yang melesat 20,55% ke Rp176 serta PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) yang naik 19,74% ke Rp91.
Sebaliknya, tekanan jual membuat sejumlah saham menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) turun 14,9% ke Rp1.085, diikuti PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) yang melemah 14,86% ke Rp8.450, serta PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) yang terkoreksi 14,81% ke Rp230.
Tekanan juga menimpa PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang turun 14,79% ke Rp7.200, PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) yang jatuh 14,62% ke Rp181, PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) melemah 14,45% ke Rp296, serta PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang terkoreksi 14,38% ke Rp655. []
























