ASPEK.ID, JAKARTA – Istana Negara memberi sinyal kuat akan adanya pelantikan wakil menteri keuangan (wamenkeu) baru pada Kamis (5/2) sore. Langkah ini diperkirakan untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan Thomas Djiwandono, yang kini resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa hingga Rabu (4/2) malam, rencana pelantikan tersebut masih bersifat tentatif. Namun, jika pelantikan dilaksanakan, pengisian jabatan dipastikan hanya untuk posisi yang saat ini kosong.
“Rencananya ada, tetapi sampai tadi malam belum diputuskan sehingga kalau misalnya ada, kemungkinan hanya menambah atau mengisi jabatan yang ditinggalkan oleh Bapak Thomas Djiwandono, yang sekarang bertugas untuk menjadi deputi (gubernur) Bank Indonesia,” kata Prasetyo menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (5/2).
Meski demikian, Prasetyo—yang akrab disapa Pras—belum bersedia mengungkap siapa sosok yang akan dipilih Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi kursi wamenkeu tersebut.
“Nanti akan diumumkan pada waktunya,” ujar Pras singkat.
Di tengah belum adanya pengumuman resmi, nama mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung mencuat sebagai kandidat terkuat. Nama Juda bahkan sebelumnya telah disebut langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
“Kelihatannya (Juda Agung). Saya sudah bertemu dengan beliau, dan kelihatannya salah satu calon yang kuat ya,” kata Purbaya saat ditemui seusai acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Secara administratif, Juda Agung dinilai memenuhi syarat. Ia telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 13 Januari 2026, membuka jalan bagi penugasan baru di lingkungan Kementerian Keuangan.
Sebelumnya, Thomas Djiwandono resmi ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031. Penetapan tersebut mendapat persetujuan DPR dalam Rapat Paripurna DPR Ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada 27 Januari 2026.
Pelantikan wamenkeu baru, jika terealisasi, akan menjadi langkah cepat pemerintah dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan dan koordinasi kebijakan fiskal di tengah dinamika ekonomi nasional. []
























