ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Direktur Kalbe Genexine Biologics Sie Djohan yang juga Direktur Kalbe Farma, mengatakan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melalui anak usahanya PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio) menandatangani perjanjian lisensi dengan Genexine Korea Selatan.
Kerja sama ini untuk mengembangkan dan melakukan komersialisasi obat imuno-onkologi GX-I7 (Efineptakin Alpha), yakni long-acting interleukin-7 yang menggunakan platform teknologi hyFc Genexine.
Perjanjian lisensi tersebut secara keseluruhan bernilai US$ 1,1 miliar atau setara Rp 15,40 triliun termasuk upfront payment senilai US$ 27 juta atau setara dengan Rp 378 miliar dan akan diikuti dengan milestone registrasi dan komersialisasi serta royalti sebesar 10% terhadap pendapatan penjualan.
“Kesepakatan lisensi obat GX-I7 antara KGBio dan Genexine merupakan kesepakatan yang sangat strategis bagi kami untuk membangun portofolio produk sehingga dapat menyediakan produk therapeutic yang inovatif untuk 655 juta populasi di Asia Tenggara melalui jaringan penjualan dan pemasaran Kalbe dan terus dikembangkan di wilayah India, Oceania dan Timur Tengah,” kata Sie Djohan, dalam keterbukaan informasi di BEI, Jumat (19/2/2021).
Lisensi pengembangan dan komersialisasi meliputi wilayah Timur Tengah, Oceania, India, Afrika dan seluruh wilayah Asia kecuali Cina, Jepang dan Korea.
“Melalui lisensi ini akan terbangun kolaborasi antara KGBio dengan banyak partner global yang akan membawa KGBio ke level berikutnya, untuk menjadi perusahaan bioteknologi terkemuka di Asia Tenggara,” kata Djohan.
CEO Genexine Dr. Sung, mengatakan, “kesepakatan lisensi dengan KGBio membuktikan produk GX-I7 memiliki value yang sangat tinggi.”
“Genexine akan terus berkolaborasi secara aktif dengan partner global untuk membuktikan agar obat GX-I7 diakui sebagai obat imuno-onkologi yang inovatif,” katanya.























