ASPEK.ID, JAKARTA – Sejumlah kegiatan di Kementerian Perdagangan (Kemendag) saat ini anggarannya masih diblokir oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Hal itu dikatakan oleh Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan dengan Komisi VI yang digelar secara virtual, Senin, 31 Mei 2021.
Pemblokiran tersebut terjadi karena data dukung dan kelengkapan administrasi yang diperlukan untuk pembukaan tanda blokir belum lengkap.
Total anggaran yang masih diblokir diketahui sebanyak Rp307,49 miliar. Beberapa kegiatan yang diblokir diantaranya adalah pembangunan atau revitalisasi pasar rakyat, pembangunan pusat produk dalam negeri unggulan daerah di Makassar, serta pembangunan pusat jajanan kuliner di 10 kawasan wisata.
“Pembangunan atau revitalisasi pasar rakyat sejumlah Rp164,45 miliar, pembangunan pusat produk dalam negeri unggulan daerah di Makassar sejumlah Rp30 miliar, pembangunan pusat jajanan kuliner di 10 kawasan wisata sejumlah Rp44 miliar,” kata Lutfi.
Selanjutnya, untuk pembangunan atau revitalisasi gudang non-sistem resi sejumlah Rp16,5 miliar. Kemudian, untuk program pengadaan kendaraan operasional, pengadaan peralatan perkantoran, dan pengendalian mutu sejumlah Rp52,54 miliar.
Diakui Lutfi, saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu agar pemblokiran kegiatan-kegiatan tersebut dapat segera dibuka.














