• Latest
  • Trending
35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Kepala BNPB Minta Maaf Sebut Aktivitas di Kalimantan Normal saat Karhutla

Menkominfo: 3 Jurus Lawan Judi Online, Alamat IP Pindah-pindah

OJK: 38.796 Rekening Terindikasi Judi Online Minta Diblokir

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Temukan Praktik Joki Skripsi di 91 Persen Perguruan Tinggi

Helikopter AS Hilang dari Radar Usai Kirim Sinyal Darurat di Laut Merah

Helikopter AS Hilang dari Radar Usai Kirim Sinyal Darurat di Laut Merah

Danantara Nilai Reformasi OJK Kunci Kredibilitas Pasar Modal

Target Ekonomi 8 Persen, Butuh Investasi Rp 13.000 Triliun

KPK: Pemanggilan Menteri ATR Nusron Wahid Tergantung Kebutuhan

KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

Astra Luncurkan Masker yang ada Kipas Angin

Astra International Tebar Dividen Rp3,89 T, Segini Jatahnya per Saham

Semen Padang Tunjuk Stefano Cugurra sebagai Pelatih Kepala Baru

Semen Padang Tunjuk Stefano Cugurra sebagai Pelatih Kepala Baru

Jasa Marga Catat 361 Ribu Kendaraan Menuju Jakarta

Jasa Marga Tunjuk Oemi Vierta Moerdika Jadi Dirut Anak Usaha

10 Kecamatan di Jember Dikepung Banjir, 1 Orang Meninggal

Banjir Kepung 2 Kecamatan di Langkat Sumut

Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 24,79 Juta

9 Poin Penting UU Pelindungan Ketenagakerjaan

DPR Minta Kejagung Serius Tangani Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan Rp22 T

DPR Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi Undang-Undang

Hitung Kerugian Negara Kasus Jiwasraya, BPK Butuh Waktu 2 Bulan

DPR Tetapkan Nyoman Adhi dan Khaidir Jadi Anggota BPK

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Kepala BNPB Minta Maaf Sebut Aktivitas di Kalimantan Normal saat Karhutla

by Aspek
September 26, 2026
in BERITA TERBARU, HUKUM
35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Ilustrasi karhutla. Foto: Antara

 

 

ASPEK.ID, JAKARTA –  Kepala BNPB Suharyanto mengklarifikasi pernyataannya mengenai aktivitas normal masyarakat yang terimbas Karhutla di Kalimantan saat Rapat Terbatas (Ratas) pada Rabu (23/9/2026).

BacaJuga

OJK: 38.796 Rekening Terindikasi Judi Online Minta Diblokir

KPK Temukan Praktik Joki Skripsi di 91 Persen Perguruan Tinggi

Helikopter AS Hilang dari Radar Usai Kirim Sinyal Darurat di Laut Merah

Target Ekonomi 8 Persen, Butuh Investasi Rp 13.000 Triliun

Astra International Tebar Dividen Rp3,89 T, Segini Jatahnya per Saham

Semen Padang Tunjuk Stefano Cugurra sebagai Pelatih Kepala Baru

Klarifikasi tersebut diunggah secara tertulis melalui akun resmi Instagram @suharyanto_shr yang dikolaborasikan dengan akun @bnpb_indonesia pada Jumat (25/9/2026).

Suharyanto menjelaskan, konteks “normal” dalam pernyataannya berkaitan dengan aktivitas dasar masyarakat, seperti lalu lintas, perdagangan, dan pelayanan publik yang masih berjalan.

“Pernyataan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan bahwa kondisi lingkungan telah normal, dan mengabaikan kondisi faktual terkait kesulitan dan penderitaan masyarakat terdampak,” tulis Suharyanto.

Suharyanto menekankan bahwa pernyataannya tidak bermaksud mengecilkan fakta mengenai penurunan kualitas hidup masyarakat yang terdampak Karhutla. Ia tidak memungkiri bahwa sejumlah wilayah, khususnya Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, masih menghadapi dampak serius dari kabut asap.

“Kualitas udara, kesehatan masyarakat, kegiatan pendidikan, penerbangan, serta aktivitas lainnya di sejumlah lokasi telah terdampak,” imbuhnya.

Adapun Suharyanto mengakui bahwa penggunaan kata “normal” dapat menimbulkan persepsi seolah-olah masyarakat tidak terdampak. Oleh karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya, seraya menegaskan bahwa pemerintah serius menangani Karhutla beserta dampaknya hingga kondisi pulih.

“Karena itu, saya memohon maaf kepada masyarakat terdampak karthutla jika pilihan kata yang saya gunakan dalam laporan tersebut dinilai menimbulkan kesan bahwa pemerintah menganggap kondisi masyarakat di tengah bencana kabut asap sebagai situasi yang biasa saja. Bukan begitu maksud saya,” pungkasnya.

 

Komentar
Share14Tweet9SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

5 Provinsi dengan Titik Panas Tertinggi

ASPEK.ID, JAKARTA -Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat ada lima provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi. Oleh karena itu, berbagai upaya mitigasi...

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Kemenhut Bekukan Izin 26 Perusahaan Imbas Karhutla

ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin usaha 26 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di...

Helikopter Chinook Jepang Tangani Karhutla di Kalimantan

Helikopter Chinook Jepang Tangani Karhutla di Kalimantan

    ASPEK.ID, JAKARTA -  Pemerintah Jepang telah mengirimkan tiga helikopter ynag diangkut dengan Kapal JS Kunisaki (LST-4003) untuk membantu...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In