ASPEK.ID, JAKARTA – Kyohei Yoshino menunjukkan fleksibilitasnya bersama Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027. Gelandang asal Jepang itu mendapat peran baru sebagai bek sayap dadakan dalam tiga pertandingan awal Macan Kemayoran.
Pemain berusia 31 tahun itu dipercaya pelatih Shin Tae-yong mengisi posisi yang belum pernah dimainkannya sepanjang karier profesional. Meski demikian, Yoshino mampu menjalankan tugas tersebut dengan penampilan yang solid.
Kesempatan pertama datang pada laga pembuka musim saat Persija menghadapi Borneo FC. Yoshino masuk pada babak kedua menggantikan Rio Fahmi dan mengisi sisi kiri pertahanan.
Pada pekan berikutnya, perannya kembali berubah. Ia dimainkan sebagai starter di posisi bek sayap kanan ketika Persija menghadapi Persib.
Peran itu kembali dipercayakan kepadanya saat Persija bertemu Java United FC. Yoshino kembali tampil sejak menit pertama di sisi kanan pertahanan dan bermain hingga laga usai.
Rangkaian penampilan tersebut memperlihatkan kemampuan Yoshino beradaptasi dengan kebutuhan tim. Pengalaman bermain di J1 League dan K League 1 menjadi modal penting bagi mantan pemain Cerezo Osaka, Yokohama, dan Tokyo Verdy itu untuk menjalankan tugas barunya.
“Sejujurnya, ini adalah posisi yang belum pernah saya mainkan sepanjang karier. Sebenarnya, masih banyak tantangan yang saya hadapi dalam tiga pertandingan itu,” kata Yoshino, Jumat (25/9/2026).
Meski menghadapi tantangan, ia menegaskan siap memainkan posisi apa pun demi membantu Persija meraih hasil terbaik.
“Namun, saya dituntut untuk memberikan kemampuan terbaik saya pada posisi dan tugas yang diinstruksikan oleh Pelatih Shin Tae-yong. Saya memiliki tekad kuat untuk menjalankan peran saya di posisi mana pun demi membantu tim meraih kemenangan dan terus berkembang,” ujarnya.
Bagi Yoshino, adaptasi di posisi baru bukan hanya soal bertahan. Ia juga ingin tetap memberikan kontribusi dalam membangun serangan Persija melalui kemampuan distribusi bolanya.
“Sembari menjaga ritme permainan, saya ingin memberikan variasi melalui operan jarak jauh yang dapat menjadi titik awal serangan sekaligus menciptakan alur permainan yang dinamis,” ucap Yoshino. []















