ASPEK.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan empat langkah strategis untuk memulihkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia, menyusul gejolak tajam yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga anjlok 10%.
Tekanan pasar tersebut berujung pada pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman pada Jumat (30/1/2026). OJK memastikan transisi kepemimpinan di tubuh BEI tidak akan mengganggu stabilitas dan operasional pasar.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, mengatakan regulator akan segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama BEI untuk menjaga kesinambungan pengawasan dan operasional hingga terpilihnya pimpinan definitif.
“Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, OJK akan segera menunjuk pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama BEI guna menjamin kesinambungan pengawasan pasar hingga direktur utama definitif terpilih,” ujar Inarno dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1).
Di saat yang sama, OJK menegaskan komitmennya menjalankan reformasi struktural pasar modal yang ditargetkan rampung sebelum Mei 2026. Inarno memaparkan empat agenda utama yang menjadi fokus regulator.
“Kami akan mengambil peran utama reformasi keberlanjutan yang telah kami sampaikan kemarin. Pertama adalah ketentuan disclosure pemegang saham yang lebih kecil dari 5%, itu akan kami laksanakan,” ujarnya.
Langkah kedua menyasar peningkatan kualitas likuiditas pasar melalui kenaikan batas minimal saham yang beredar di publik.
“Tentunya free float 15%, itu akan kami laksanakan.”
Selain itu, OJK juga berkomitmen menindaklanjuti seluruh masukan dari penyedia indeks global MSCI, yang sebelumnya membekukan penilaian terhadap pasar saham Indonesia akibat isu free float.
“Jadi sebelum Mei Insyaallah semuanya itu bisa terselesaikan,” kata Inarno optimistis.
Agenda keempat yang tak kalah penting adalah percepatan proses demutualisasi bursa, yang dinilai krusial untuk memperkuat tata kelola dan daya saing pasar modal nasional.
Di tengah dinamika tersebut, OJK mengimbau pelaku pasar dan investor untuk tetap tenang dan rasional dalam merespons fluktuasi pasar.
“Kami semua mengingatkan kepada seluruh investor agar tetap tenang dan juga rasional dalam mengambil setiap keputusan untuk berinvestasi,” kata Inarno.
Terkait mundurnya Iman Rachman, OJK menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral atas gejolak pasar yang terjadi. Namun regulator menegaskan, keputusan itu tidak akan mengganggu keberlangsungan sistem pasar modal Indonesia.
“Kami menghargai keputusan Iman Rachman untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur utama BEI. OJK memastikan bahwa pengunduran diri tersebut tidak akan mengganggu keberlangsungan operasional, baik dari bursa, kliring, maupun kustodian,” tegas Inarno Djajadi.
Pengunduran diri Iman Rachman terjadi di tengah tekanan pasar yang meningkat setelah MSCI membekukan penilaian terhadap pasar saham Indonesia, terutama terkait isu kepemilikan saham publik yang dinilai belum memenuhi standar global. []
























